Menyusul Ciputra Group, Rockefeller Rambah Vietnam

Kompas.com - 17/01/2014, 11:28 WIB
The Marina, Vung Ro Bay Resort, Vietnam. worldpropertychannel.comThe Marina, Vung Ro Bay Resort, Vietnam.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Vietnam mulai menyeruak dan menjadi destinasi investasi utama sektor properti dan pariwisata, selain Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pesona Vietnam tak hanya mampu menaklukkan Ciputra Group, negara ini juga sukses menarik minat raksasa investasi asal Amerika Serikat.

Melalui Rose Rock Group, sayap investasi yang didukung klan Rockefeller, mereka membenamkan dana senilai 2,5 miliar dollar AS atau setara Rp 29,7 triliun. Jika Ciputra Group merintis pengembangan Ciputra Hanoi International City, maka Rose Rose Group membantu pembangunan sebuah resor mewah di pantai selatan Vietnam.

Megaproyek ini bertajuk
The Vung Ro Bay. Rose Rock Group berkolaborasi dengan Vung Ro Petroleum yang merupakan perusahaan perminyakan independen lokal. The Vung Ro Bay mencakup area seluas 200.000 meter persegi yang di dalamnya terdapat fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang ritel, dan kompleks hiburan.

Selain itu, isi utama resor tersebut tentu saja beberapa hotel dengan lebih 760 kamar, 4.300 unit apartemen, 100 unit town house mewah, dan 350 dermaga.

Rencana induk The Vung Ro Bay, terdiri atas tiga bagian, yakni The Marina, The Village dan Bai Mon Beach. Semuanya dihubungkan oleh jalur pedestrian sepanjang 2,5 kilometer.

CEO dan General Director Vung Ro Petroleum, Kirill Korolev, mengatakan, pihaknya antusias memulai megaproyek tersebut. "Vietnam berkembang pesat sebagai tujuan wisata yang unik untuk investasi, tempat tinggal dan pariwisata. Kami melihat ini sebagai sebuah peluang investasi di negara yang dinamis dan beragam, dengan perekonomian yang tumbuh pada tingkat tertinggi di antara negara-negara dunia," imbuhnya.

Dengan masuknya Ciputra Group, Rose Rock Group, dan beberapa investor asing lainnya, seperti Keppel Land yang berbasis di Singapura, kian meneguhkan posisi dan potensi Vietnam di kawasan Asia Tenggara.

"Pasar properti Vietnam telah mengalami jatuh bangun. Kami melihat investor asing mengendus kesempatan yang baik karena negara ini berpotensi menarik minat investor. Jika seseorang berpandangan bahwa pasar sedang tumbuh, maka harga tanah akan naikujar Research Director Knight Frank Asia Pacific, Nicholas Holt.

Vung Ro Petroleum sendiri telah menginvestasikan lebih dari 4 miliar dollar AS (Rp 47,5 triliun) untuk mengembangkan kilang minyak, pabrik petrokimia, dan pelabuhan di provinsi Phu Yen di pantai selatan Vietnam. Awal konstruksi pada kuartal kedua 2014.

Rose Rock berharap, megaproyek di Vietnam akan mendukung perkembangan bisnis mereka di Asia, setelah proyek mereka di China beberapa tahun lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X