Kompas.com - 27/12/2013, 19:06 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi pengembang, Real Estat Indonesia (REI), menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Bila badan ini terbentuk, maka masalah back log (kekurangan) rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ada harapan dapat diatasi.

Demikian pernyataan Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy, kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (27/12/2013).

Menurut Eddy, pembentukan badan pengelola Tapera dan Tapera itu sendiri sangat membantu MBR. Sebab, selama ini, belum ada tabungan khusus untuk perumahan rakyat. Jadi, dalam jangka panjang, Tapera akan sangat membantu dalam penyediaan rumah murah untuk MBR.

"Tapera sangat bagus. Hanya, badan pengelola yang ditunjuk mengurus Tapera harus punya komitmen tinggi dan diawasi secara ketat agar pemanfaatan dana tersebut tersalurkan sesuai kemanfaatannya," ujar Eddy.

Bahkan, lanjut Eddy, bila perlu Badan Pengelola harus segera dibentuk awal tahun 2014 mendatang.

"Tapera bisa menjadi solusi masalah backlog rumah MBR. Terlebih, bila pemerintah juga memberikan beberapa stimulus seperti diturunkannya suku bunga KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari 7,25 persen menjadi 5 persen, misalnya. Atau realisasi uang muka kurang dari 5 persen dan kemudahan perizinan serta pembebasan pajak," imbuh Eddy.

Untuk diketahui, Kementerian Perumahan Rakyat akan membentuk badan pengelola Tapera segera setelah DPR mengesahkan Besaran Iuran Tapera pada 7 Januari 2014 mendatang.

Kepastian tersebut dikemukakan Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz kepada kepada Kompas.com, setelah prosesi peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Untuk Pegawai hasil kerjasama Kemenpera dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, di Griya Indah Serpong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (20/12/2013).

"Usulan kami sudah disetujui DPR dan akan disahkan dalam rapat final pada 7 Januari 2014 mendatang. Setelah itu akan dibentuk sebuah badan khusus yang mengelola Tapera," ujar Faridz.

Adapun pungutan yang diusulkan sebesar 3 persen tersebut terbagi atas 0,5 kontribusi pemberi kerja dan 2,5 persen kontribusi pekerja. Dengan pungutan 3 persen, potensi dana perumahan yang terkumpul akan sebesar Rp 1.800 triliun selama 20 tahun. Pungutan tersebut akan ditarik secara efektif setelah diputuskan oleh DPR.

Sementara itu, badan khusus yang mengelola Tapera akan dibentuk segera setelah pungutan tersebut diputuskan. Badan ini bertugas sebagai penyedia perumahan nonprofit bagi pegawai.

Badan ini nantinya berada di bawah kewenangan Kemenpera dan terdiri atas unsur-unsur Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, dan Kementerian Dalam Negeri. Posisi badan ini nantinya berbeda dengan Perum Perumnas yang juga membangun perumahan, namun berorientasi profit.

"Dalam pelaksanaannya nanti di lapangan, mereka akan menunjuk  kontraktor melalui mekanisme lelang supaya mendapat harga rumah yang layak dan terjangkau," imbuh Faridz.

Harga rumah yang berlaku senilai 3 persen lebih tinggi dari ongkos produksi. Adapun pada tahun pertama badan penyedia rumah nonprofit ini beroperasi, ditargetkan dapat menyediakan 100.000 unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.