Kompas.com - 26/12/2013, 10:38 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - London mencatat sejarah. Setelah mampu membukukan transaksi perkantoran, rerata nilai hunian di daerah premium pusat kota mencatat rekor tertinggi yakni 1,70 juta poundsterling atau setara Rp 33,8 miliar menjelang tutup tahun 2013.

Nilai tersebut meningkat hampir dua kali lipat menjadi 12,60 persen ketimbang pencapaian 6,40 persen pada 2012. Sementara nilai modal pada kuartal terakhir tumbuh 2,80 persen menjadi 3,00 persen.

Knight Frank melaporkan harga hunian di pusat London 7,5 persen lebih tinggi dibanding tahun 2012.

Sementara bulan lalu, menurut riset Savills, ibukota Inggris membutuhkan hunian baru sekitar 50.000 unit per tahun. Separuh lebih banyak dari tingkat kebutuhan sebelumnya, seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan (fasilitas pinjaman).

Untuk diketahui, menurut London Councils, London mengalami defisit (back log) pasok hunian sebanyak 283.000 unit. Sementara kebutuhan hunian baru sudah mencapai angka 526.000 unit per tahun. Dengan demikian, Ibukota Inggris ini harus menyediakan lebih dari 800.000 untuk memenuhi kebutuhan warganya yang terus berkembang.

Menurut estimasi mereka, kebutuhan hunian tersebut akan terakumulasi pada tahun 2021 mendatang, saat London mengalami pertumbuhan penduduk sebanyak 1 juta jiwa dalam satu dekade ke depan.

London Councils juga melaporkan, tingkat kekurangan pasokan perumahan akan mencapai 559.000 unit pada tahun 2021. Jumlah ini tidak termasuk rumah dengan densitas tinggi (padat dan berdesakan) yang mencapai angka 329.000 unit. Pendek kata, London akan berubah menjadi kota global dengan risiko sementara, yakni tekanan besar berupa penambahan anggaran pemerintah dan individu.

London Councils merupakan sebuah kelompok lobi untuk 33 pemerintahan lokal. Analisa yang dihasilkan bersandar pada data yang dipasok dari Department for Communities and Local Government (DCLG) dan Greater London Authority (GLA).

Untuk meningkatkan produksi perumahan, London Councils menyarankan pencabutan "Housing Borrowing Cap" yang dapat mencegah "investasi sektor perumahan" dan meningkatkan investasi di sektor sewa serta pembangunan skala kecil. Pasalnya, saat ini harga rumah di London terus melambung, meningkatkan kekhawatiran banyak orang.

Meski demikian, permintaan sewa belum menunjukkan tanda-tanda perubahan. Permintaan sewa, menurut Cluttons, turun 1,5 persen pada kuartal keempat, setelah mengalami pelemahan 0,30 persen.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.