Dana Masih Dicari, Pertamina Energy Tower Terancam Ditunda?

Kompas.com - 17/12/2013, 19:24 WIB
Dengan struktur bangunan terdiri dari 99 lantai, SOM merancang gedung ini sebagai gedung berdesain berkelanjutan, seperti membuat bentuk corong angin pada puncak gedungnya sebagai penangkap energi. www.designboom.comDengan struktur bangunan terdiri dari 99 lantai, SOM merancang gedung ini sebagai gedung berdesain berkelanjutan, seperti membuat bentuk corong angin pada puncak gedungnya sebagai penangkap energi.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Eforia Indonesia, khususnya Jakarta, untuk memiliki pencakar langit berkategori supertall atau gedung dengan ketinggian di atas 300 meter tampaknya harus ditunda. Pasalnya, PT Pertamina (Persero) yang berencana membangun Pertamina Energy Tower setinggi 530 meter (99 lantai) hingga saat ini masih melakukan penjajakan guna mencari opsi terbaik mendanai proyek yang diklaim sebagai gedung tertinggi di Indonesia.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, mengungkapkan hal tersebut kepada Kompas.com, Selasa (17/12/2013). Menurutnya, saat ini tengah dilakukan proses preliminary pencarian pendanaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami terbuka terhadap berbagai opsi, apakah nanti akan mengambil skema Bangun-Guna-Serah (Built-Operate-Transfer/BOT) atau Kerjasama Operasi, atau lainnya. Kami mencari opsi terbaik dari berbagai pilihan tersebut," papar Ali.

Pertamina Energy Tower disorot publik karena merupakan megaproyek sarat dana, tenaga kerja dan juga prestise. Jika telah dibangun, maka Jakarta akan sejajar dengan kota-kota lainnya di dunia yang sudah lebih dulu memiliki supertall. Sebut saja Kuala Lumpur dengan Twin Tower Petronas, dan Taipei dengan Taipei 101 (Baca: Pertamina Energy Tower, Nomor 9 Tertinggi di Dunia!).

Pertamina Energy Tower juga dianggap sebagai representasi dari milestone Pertamina menjadi Champion Company pada 2025 mendatang. Di sinilah tali kelangsungan bisnis dikendalikan, sekaligus sebagai rumah bagi 23.000 karyawan dan anak-anak usaha Pertamina. Sebaliknya, bila tidak terwujud, maka Jakarta untuk kesekian kalinya menambah catatan kegagalan megaproyek sebelumnya.

www.designboom.com Jalan-jalan di sekitar gedung akan ditutup photovoltaic sebagai penghubung antar gedung sekaligus melindungi paparan cuaca dan membangun berbagai ruang publik yang dapat diakses siapa saja.
Sebatas mimpi

Untuk diketahui, pada 1995 atau 3 tahun sebelum krisis moneter, Jakarta pernah punya mimpi membangun Menara Jakarta setinggi 558 meter. Namun, mimpi tersebut terantuk masalah pendanaan. Pendanaan inilah yang menjadi kendala klasik, bahkan cenderung klise, yang bisa membuat megaproyek sekelas Pertamina Energy Tower hanya tinggal mimpi.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, pendanaan adalah hal paling krusial dalam pembangunan supertall. Baca: Setinggi 530 Meter, Inilah Tampilan Pertamina Energy Tower....

"Bayangkan untuk memiliki sebuah office tower yang ikonik dan supertall, perusahaan harus melakukan akuisisi lahan, menyiapkan biaya konstruksi dan  biaya fit out. Semuanya merupakan biaya yang harus dikeluarkan di awal. Belum lagi biaya arsitek dan konsultan lainnya sehingga cashflow awal sangat besar," jelas Hendra.

Untuk menyiasati masalah cashflow besar ini, Hendra menyarankan, Pertamina harus bekerja sama dengan investor. Sebaliknya, bila tak ada masalah cashflow, dengan biaya sendiri akan lebih bagus dan akan lebih cepat dalam pengambilan keputusan segala sesuatunya.

"Memiliki gedung sendiri memang lebih baik buat Pertamina untuk tujuan jangka panjang dibandingkan menyewa. Hanya, butuh dana lebih dari Rp 7 triliun untuk membangun gedung setinggi di atas 500 meter dengan luas lebih dari 450.000 meter," tandas Hendra.

Sekadar contoh, lanjut Hendra, untuk membangun gedung perkantoran seluas 100.000 meter persegi saat ini dibutuhkan dana tak kurang dari Rp 1,5 triliun dengan kurs Dolar AS masih Rp 9.500. Dalam kondisi berbeda seperti ini, saat Rupiah terpuruk, dana yang dibutuhkan bisa membengkak lebih dari empat kali lipat.

Namun demikian, Ali mengaku tetap optimistis, Pertamina mampu mewujudkan Pertamina Energy Tower. Proses preliminary terus dikebut dan diharapkan akan terpilih opsi terbaik awal tahun depan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.