Kompas.com - 11/12/2013, 15:52 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan tanpa alasan jika Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding sejumlah pusat belanja dan hotel sebagai biang kemacetan dan telah memanfaatkan jalur atau ruang publik untuk kepentingan kegiatan komersialnya.

Pasalnya, beberapa pusat belanja dan hotel yang disebut Basuki, menurut pengamat transportasi perkotaan, Yayat Supriatna, tidak menjalankan rekomendasi dari studi analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) lalu lintas.

"Plaza Semanggi contohnya, harusnya mereka membuka jalur alternatif sebagai akses masuk utama. Tapi, pada kenyataannya, mereka diizinkan membuka akses dari arah Jl Gatot Subroto yang justru merupakan pertemuan kendaraan dari tiga arah Jl Gatot Subroto (dari arah Jembatan Semanggi), Jl Sudirman dan jalur alternatif di samping Universitas Katolik Atmajaya," beber Yayat kepada Kompas.com, Rabu (11/12/2013).

Lebih lanjut Yayat mengatakan, ada masalah mendasar terkait akses masuk pusat belanja secara umum. Dalam kasus Plaza Semanggi, pertanyaan besarnya adalah, mengapa mereka diizinkan membuka akses dari arah Jl Gatot Subroto dan sebagai pendukungnya memangkas ruang publik untuk memperlancar akses tersebut.

"Atau sebaliknya, apakah pengembang Plaza Semanggi (Lippo Group) memaksakan membuka akses di situ, padahal Pemprov DKI Jakarta telah merekomendasikan jalur akses alternatif melalui Jl Mughni, misalnya," ucap Yayat.

Lepas dari itu, imbuh Yayat, jika Plaza Semanggi telah direkomendasikan untuk membuat akses di jalur alternatif namun tetap melanggar, maka harus dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa pencabutan izin usaha. Implikasinya, pengembang yang bersangkutan tidak akan diizinkan lagi untuk membangun di lokasi mana pun.

"Sanksi berikutnya, adalah pengenaan pajak kemacetan. Sanksi semacam ini bisa dijatuhkan apabila keberadaan pusat belanja tersebut menunjukkan indikasi bangkitan beban pergerakan atau menambah padat arus kendaraan di sekitarnya," tandas Yayat.

Sementara itu, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) selaku juru bicara Plaza Semanggi yang   diklaim sebagai salah satu aset Lippomalls (Lippo Group) bukannya tidak mengindahkan rekomendasi AMDAL.

Ketua Yayasan Gedung Veteran Republik Indonesia, Danendra, mengatakan, permasalahan kemacetan di depan pintu masuk Plaza Semanggi dan Gedung Veteran RI dari arah Jembatan Semanggi sebenarnya sudah dibicarakan melalui banyak pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta serta pihak lain yang terkait. LVRI sebenarnya telah mengusulkan adanya kupingan di Semanggi tersebut sejak awal tahun ini. Namun hingga saat ini belum ada penyelesaian yang tuntas.

"Kami bahkan telah mengajukan usulan akses alternatif menuju Gedung Veteran RI kepada Pemprov DKI Jakarta dengan membuat jalan baru/tambahan pada “Kupingan” Semanggi. Jalan tambahan tersebut akan membantu mengurai kemacetan yang terjadi di depan pintu masuk Gedung Veteran RI yang juga merupakan pintu masuk Plaza Semanggi. Akses kupingan tersebut juga akan menjadi alternatif bagi warga masyarakat yang beraktifitas di sekitar Semanggi," jelas Danendra.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cucu Usaha Hutama Karya Cetak Penjualan Beton Siap Pakai Rp 287 Miliar

Cucu Usaha Hutama Karya Cetak Penjualan Beton Siap Pakai Rp 287 Miliar

Berita
Jangan Cat Dinding Ruang Tamu dengan Warna Merah! Ini Alasannya

Jangan Cat Dinding Ruang Tamu dengan Warna Merah! Ini Alasannya

Interior
Percepat Redistribusi Tanah, Kementerian ATR/BPN Serah Terima Proposal ke KLHK

Percepat Redistribusi Tanah, Kementerian ATR/BPN Serah Terima Proposal ke KLHK

Berita
One Global Residences and Resorts, Hunian Premium di Sydney dengan Fasilitas Mirip Hotel

One Global Residences and Resorts, Hunian Premium di Sydney dengan Fasilitas Mirip Hotel

Hunian
Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dilengkapi Kamar Mandi Dalam

Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dilengkapi Kamar Mandi Dalam

Hunian
Hingga Juni 2022, Waskita Beton Catatkan Nilai Ekuitas Positif Rp 2,5 Triliun

Hingga Juni 2022, Waskita Beton Catatkan Nilai Ekuitas Positif Rp 2,5 Triliun

Berita
KEK Tanjung Lesung Pernah Diterjang Tsunami, Pengelola Diminta Bikin Jalur Evakuasi

KEK Tanjung Lesung Pernah Diterjang Tsunami, Pengelola Diminta Bikin Jalur Evakuasi

Kawasan Terpadu
Sejarah Mar-a-Lago, Rumah Donald Trump yang Digerebek FBI

Sejarah Mar-a-Lago, Rumah Donald Trump yang Digerebek FBI

Hunian
Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dikelola Banten West Java dan Pemkab Pandeglang

Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dikelola Banten West Java dan Pemkab Pandeglang

Berita
Bila Jembatan Kaca Bromo-Tengger-Semeru Rampung, 3 Atraksi Siap Dinikmati

Bila Jembatan Kaca Bromo-Tengger-Semeru Rampung, 3 Atraksi Siap Dinikmati

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Ini Pilihan Rumah Murah di Tangerang

[POPULER PROPERTI] Ini Pilihan Rumah Murah di Tangerang

Berita
Pakai Dankel, Pembangunan Jalan dan Drainase di Gang Sempit Jadi Mulus

Pakai Dankel, Pembangunan Jalan dan Drainase di Gang Sempit Jadi Mulus

Konstruksi
93 Hari Ditahan, Akhirnya Kapal MV Mathu Bhum Kembali Berlayar

93 Hari Ditahan, Akhirnya Kapal MV Mathu Bhum Kembali Berlayar

Berita
Cleon Park Apartment Masuki Tahap 'Topping Off”, Serah Terima 2023

Cleon Park Apartment Masuki Tahap "Topping Off”, Serah Terima 2023

Apartemen
Berapa Tinggi Tempat Tidur Ideal? Simak Ulasannya

Berapa Tinggi Tempat Tidur Ideal? Simak Ulasannya

Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.