Kompas.com - 05/12/2013, 10:25 WIB
Dengan kekuatan 70 megawatt, Kyocera membangun panel surya tersebut di perfektur Kagoshima sebagai fasilitas sangat berguna dalam skala terbesar di negara itu. www.designboom.comDengan kekuatan 70 megawatt, Kyocera membangun panel surya tersebut di perfektur Kagoshima sebagai fasilitas sangat berguna dalam skala terbesar di negara itu.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Penggunaan panel solar kini sudah sampai ke rumah-rumah pribadi. Memanfaatkan panas matahari pun mulai dikenal luas mampu berfungsi dengan baik sebagai pengganti tenaga listrik. Namun, panel solar seringkali dipandang hanya sekadar "tempelan".

Untuk itulah, Archdaily mempertanyakan pandangan tersebut setelah Kagoshima Nanatsujima Mega Solar Power Plant di Jepang menempatkan panel solar sebagai inti konstruksi. Kagoshima Nanatsujima Mega Solar Power Plant merupakan pembangkit listrik bertenaga 70 megawatt yang mampu mengalirkan listrik pada 22.000 rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

www.designboom.com Sangat besar, memang. Panel surya ini menempati areal seluas 1,27 juta meter persegi atau sama dengan 27 stadion bisbol.
Saat ini, dengan hadirnya panel solar raksasa itu, Jepang berhasil "menyulap" pembangkit listrik tersebut menjadi tujuan wisata (Baca:  Edan... Jepang Bikin Panel Surya Raksasa!). Seperti dikutip dalam Metropolismag.com, pembangkit listrik ini merupakan infrastruktur luar biasa yang tampak seperti lapangan terbang alien, lengkap dengan dek observasi, ruang melihat pemandangan, dan ruang pamer ilmu mengetahuan. Semua fitur unik ini seolah menjadi pigura bagi pemandangan cantik di dekat gunung berapi Sakurajima.

www.designboom.com Panel surya yang dinamai dengan Kagoshima Nanatsujima itu berada di lepas pantai Jepang selatan. Posisinya menghadap langsung ke Teluk laut dan gunung berapi Sakurajima.
Kagoshima Nanatsujima Mega Solar Power Plant juga merupakan fasilitas solar terbesar di Jepang. Fasilitas tersebut dibangun oleh raksasa perusahaan elektronik Kyocera sebagai respon simbolis bencana nuklir Fukushima 2011 lalu. Sebelum bencana, nuklir berpotensi menjadi salah satu sumber energi ramah lingkungan bagi negara tersebut. Namun, Jepang kini terpaksa beralih dari solusi tersebut.

Sayangnya, pembangkit listrik ini memiliki kemampuan terbatas. Maka itu, keberadaan tidak benar-benar mengubah keadaan. Hanya saja, dengan dibangunnya fasilitas pembangkit listrik ini, Bloomberg mencatat, Jepang berhasil mengukuhkan diri sebagai pasar solar yang berkembang tercepat di dunia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.