Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2013, 12:46 WIB
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Masa tugas Setyo Maharso sebagai Ketua Umum DPP Reals Estat Indonesia (REI) menjelang purna tinggal beberapa hari lagi. Posisinya akan digantikan oleh salah satu dari dua kandidat utama, yakni Teguh Kinarto dan Eddy Hussy.

Namun, tentu saja, siapa pun yang kelak bakal terpilih dan memegang tampuk pimpinan dalam Musyawarah Nasional ke-XIV di Jakarta, 24-27 November 2013, nanti haruslah sosok yang memiliki visi, berwawasan luas, kapabel dan memiliki tingkat lobi skala internasional. Demikian harapan yang dikemukakan pelaku bisnis dan industri properti Indonesia yang disampaikan kepada Kompas.com dalam beberapa kesempatan berbeda.

Presiden Komisaris PT Grahabuana Cikarang, Tanto Kurniawan, mengungkapkan, sosok Ketua Umum REI harus memiliki postur kepemimpinan handal, jago lobi, dan juga berpengaruh baik secara regional, nasional, maupun internasional.

"Indonesia adalah kiblat properti dunia. Posisi Indonesia sangat penting, karena merupakan pasar dengan pertumbuhan tertinggi. Apa jadinya kalau posisi penting dan potensi ini tidak dimanfaatkan maksimal dan berpeluang menggandeng investor asing lewat begitu saja," ujar Tanto.

Oleh karena itu, REI membutuhkan sosok dengan reputasi internasional. Zaman dulu, kisah Tanto, REI dipegang oleh tokoh yang berpengaruh seperti Ciputra, Ferry Sonneville dan Edwin Kawilarang. Ketiganya bahkan sukses "merebut" posisi puncak FIABCI (Federasi Real Estate Internasional).

"Merekalah yang membuat Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan di kancah dunia," imbuh Tanto.

Sementara CEO Bahama Group, Reddy Hartadji, mengatakan, Ketua Umum REI harus yang melek dinamika pasar global. Jangan seperti katak dalam tempurung, hanya melek urusan lokal.

"Sektor properti, diakui atau tidak, sudah borderless (tanpa batas). Jadi, siapa saja yang akan memuncaki asosiasi pengembang, setidaknya harus punya amunisi wawasan global yang kuat, rinci dan luas. Supaya kalau mau bermitra dengan pemerintah, punya basis yang jelas," tandas Reddy.

Selain itu, lanjutnya, Ketua Umum REI harus memetakan secara definitif permasalahan pasar properti di Indonesia agar bisa dihasilkan solusi yang menyeluruh dan efektif.

"Kesekretariatan sebagai ujung tombak yang mempengaruhi kinerja REI mutlak perlu direformasi. Transformasi juga harus sepenuhnya dilakukan agar REI tidak ketinggalan zaman," tukas Reddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+