"Papabubble", Seni Mendesain Tingkat Tinggi

Kompas.com - 14/11/2013, 10:52 WIB
Kedai-kedai makanan di Jepang sudah tidak asing lagi dengan konsep menempatkan tukang masak sebagai www.designboom.comKedai-kedai makanan di Jepang sudah tidak asing lagi dengan konsep menempatkan tukang masak sebagai "pusat pertunjukkan". Termasuk toko permen "Papabubble" ini.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Kedai-kedai makanan di Jepang sudah tidak asing lagi dengan konsep menempatkan tukang masak sebagai "pusat pertunjukkan". Restoran sushi, ramen, bahkan kios-kios pinggir jalan pun menggunakan konsep ini.

Konsumen bisa menikmati makanan sembari terheran-heran dengan kepiawaian tukang masak, atau bahkan chef berkelas dunia. Kini, konsep serupa digunakan oleh toko permen yang ada di Aioi-Cho, Naka-ku, Yokohama, Jepang.  

 
www.designboom.com Konsumen bisa menikmati makanan sembari terheran-heran dengan kepiawaian tukang masak, atau bahkan chef berkelas dunia.
"Papabubble at Yokohama" merupakan proyek yang diinisiasi oleh Jo Nagasaka dari Schemata Architects. Papabubble adalah sebuah toko permen seluas 70,10 meter persegi yang khusus membuat permen-permen artisan dan dibuat ketika konsumen memesan permen tersebut. Sebenarnya, konsep toko permen ini saja sudah tidak biasa. Namun, di tangan Nagasaka, tempatnya jadi luar biasa.
 
www.designboom.com
Pengaturan toko Papabubble oleh Nagasaka benar-benar membuat gerakan para pembuat permen menjadi "bintang" dalam toko tersebut. Para pembuat permen ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat oleh para konsumen, seperti berada di akuarium dengan sorotan berlimpah.

Lantai, dinding, dan plafon abu-abu beton ekspos, meja besi yang ramping, kayu-kayu berwarna lembut, dan penggunaan kaca semakin menegaskan sosok para pembuat permen di toko ini. Penggunaan material dan warna yang relatif kelam ini pun membuat permen-permen berwarna-warni tidak "kalah" oleh dekorasi toko.

 
www.designboom.com Penggunaan beton, keramik, kaca, dan kayu dalam toko ini mampu menciptakan
Penggunaan beton, keramik, kaca, dan kayu dalam toko ini mampu menciptakan "sensibilitas multi-lapis yang menyambut dan menerima para pengunjung, karyawan, dan produk-produknya." Lihat saja, hanya dengan menggunakan keramik berwarna hitam pada salah satu dinding, toko ini berhasil menonjolkan permen-permen berwarna-warni yang dipajang di depannya.

www.designboom.com Papabubble at Yokohama menunjukkan bahwa pemilik toko tidak perlu menegaskan produk yang dijualnya lewat desain secara terang-terangan.
Papabubble at Yokohama menunjukkan bahwa pemilik toko tidak perlu menegaskan produk yang dijualnya lewat desain secara terang-terangan. Justru, dengan membuat dekor yang mampu menegaskan dan menonjolkan produknya, konsumen pun dapat tertarik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X