Kompas.com - 12/11/2013, 12:59 WIB
Dampak badai Sandy di wilayah Cape May, New Jersey. Mel Evans/APDampak badai Sandy di wilayah Cape May, New Jersey.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Diana Balmori, Michael Manfredi, Peter Gluck, dan lebih banyak lagi arsitek-arsitek ternama dunia angkat bicara mengenai cara kota-kota mempertahankan dirinya dari Topan Sandy di masa mendatang.

Topan Sandy memang terjadi di Amerika Serikat, namun ide yang mereka sampaikan menyuarakan satu tema serupa dan relevan bagi bencana apa pun dan di mana pun, yaitu urgensi.

 
Seperti dikutip dalam Archdaily.com mengenai artikel serupa yang dimuat di Fast Company, Ketua Gluck+, Peter Gluck mempertahankan pandangan untuk mendesain bangunan dengan mempertimbangkan bencana. Misalnya, membangun sebuah gedung yang tidak menempel pada tanah atau menempatkan fungsi penting tidak di lantai dasar. Dengan cara ini, kerusakan akibat banjir dapat dikurangi.
 
Sementara itu, Michael Manfredi dari Weiss/Manfredi mendeskripsikan proyek mereka, Olympia Fields. Dalam proyek ini, mereka menggunakan "infrastruktur lembut" yang menyerap air dan energi untuk mengurangi dampak badai.
 
Berbeda dengan Manfredi, rekanan principal di James Corner Field Operations Lisa Switkin lebih memberikan dukungannya pada kombinasi arsitektur hijau dan proteksi menghadapi badai tradisional. Dia beragumen bahwa daerah-daerah basah, pantai, seharusnya digunakan "sebagai tambahan untuk meningkatkan infrastruktur kunci dan kegunaan."
 
Menurut Rory Stott, penulis Archdaily.com, principal Snøhetta Craig Dykers membawa ide segar dan menarik. Dykers menyebutkan bahwa yang diperlukan untuk menghadapi bencana bukan hanya desain, namun juga pendidikan masyarakat. Masyarakat bisa diberikan insentif untuk mendesain rumah dan taman mereka agar mampu meminimalisasi dampak badai. Dykers juga mendukung solusi berskala kecil yang secara umum mengatakan bahwa ide besar dan terkadang pemikiran konseptual luar biasa berguna, namun harus bisa diimbangi dengan kedaruratan.
 
Ide untuk memanfaatkan solusi mudah dan cepat tanggap dari Dykers didukung pula oleh Diana Balmori dari Balmori Associates. Balmori mendukung "sistem berbasis alam" yang dapat  diimplementasikan dengan cepat dan murah. Begitu juga dengan pendiri Publicinterestdesign.org John Cary. Cary mengkritik adanya berbagai sayembara setelah terjadinya bencana-bencana semacam ini. Menurutnya, sayembara tersebut tidak ditujukkan atau tidak berhubungan dengan kebutuhan yang sebenarnya di tempat kejadian. Sekali lagi, hal ini seolah menyuarakan bahwa solusi cepat tanggap dan realistislah yang diperlukan.
 
Stephen Cassell, Kepala Architecture Research percaya bahwa arsitek harus berpikir leih sering dan praktis mengenai bagaimana bangunan-bangunan "tampil" dalam bencana. Menurutnya, elemen seperti membuka jendela dan rute penyelamatan diri merupakan hal sederhana yang dapat menyelamatkan banyak orang dari serangan badai.
 
Dengan kata lain, ketujuh respon ini melihat desain pada masing-masing sistem yang diajukan sebagai sebuah masalah penting. Mereka pun menampilkan solusi realistis, dapat dibangun, dan  mengungguli proposal mahal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.