Infrastruktur, Masih Kendala Utama Investasi di Indonesia

Kompas.com - 08/11/2013, 10:37 WIB
Christovita Wiloto (Founder and Chairman Indonesia Investment Forum) bersama-sama Benny Surjadharma (President Director Macquarie Capital), Sachin Gopalan (CEO Berita Satu Media Holding), Suryo B. Sulisto (Ketua Umum KADIN), Emma Sri Martini (President Director PT Sarana Multi Infrastruktur), Wahyu Hidayat (Deputi Meneg BUMN), serta John Walker AM (Senior Managing Director Macquarie Capital) di acara Indonesia Investment Forum 2013 di Hongkong, Kamis (7/11/2013) di Hotel Ritz Carlton, Hong Kong. Indonesia Investment Forum Christovita Wiloto (Founder and Chairman Indonesia Investment Forum) bersama-sama Benny Surjadharma (President Director Macquarie Capital), Sachin Gopalan (CEO Berita Satu Media Holding), Suryo B. Sulisto (Ketua Umum KADIN), Emma Sri Martini (President Director PT Sarana Multi Infrastruktur), Wahyu Hidayat (Deputi Meneg BUMN), serta John Walker AM (Senior Managing Director Macquarie Capital) di acara Indonesia Investment Forum 2013 di Hongkong, Kamis (7/11/2013) di Hotel Ritz Carlton, Hong Kong.
Penulis Latief
|
EditorLatief
HONG KONG, KOMPAS.com - Indonesia Investment Forum 2013 digelar di Hotel Ritz Carlton, Hong Kong, Kamis (7/11/2013). Forum tersebut dihadiri para investor global untuk mengulas berbagai perkembangan dari sektor investasi di Indonesia. 

Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur, Emma Sri Martini, dalam forum itu menjelaskan bahwa kurangnya daya dukung infrastruktur saat ini menyebabkan tingginya peningkatan biaya bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, setiap peningkatan infrastruktur akan memberikan keuntungan bagi perusahaan dan pengguna, memotong biaya operasional yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya operasional dan membantu mengurangi inflasi.

“Peningkatan ekonomi Indonesai juga bergantung pada investasi di segala bidang, dan ini dibutuhkan banyak proyek untuk peningkatan ekonomi di suatu daerah di Indonesia," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (8/11/2013).

Ia mengakui, saat ini pendanaan menjadi salah satu problema dalam pengadaan penjaminan suatu proyek. Emma menekankan pemerintah agar dapat memanfaatkan celah yang ada dengan membuka keran investasi bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya.

"Kendala lainnya adalah akuisisi lahan dan isu keuangan, manajemen risiko dan dukungan pemerintah serta persiapan proyeknya," kata Emma.

Salin itu, lanjut dia, kendala dalam pembiayaan sebuah proyek selama ini juga disebabkan belum adanya bank yang sangat berkomitmen dalam pendanaan sebuah proyek infratruktur. Emma mengakui, belum adanya kesadaran sebuah lembaga yang mematuhin peraturan keuangan, perkembangan pasar ekuitas yang sangat lambat dan ketertarikan pasar ekuitas masih sangat sedikit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X