Kompas.com - 06/11/2013, 15:42 WIB
Summarecon bekerjasama dengan Movenpick Hotel mengelola properti mereka di jimbaran, Bali. Hal ini sekaligus menandai keseriusan mereka meningkatkan pemasukan tetap (recurring income). simflight.comSummarecon bekerjasama dengan Movenpick Hotel mengelola properti mereka di jimbaran, Bali. Hal ini sekaligus menandai keseriusan mereka meningkatkan pemasukan tetap (recurring income).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com — Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk yang baru saja meraup penjualan (marketing sales) senilai Rp 3,2 triliun akan melebarkan sayap bisnisnya di tiga kawasan berbeda pada 2013 hingga 2016 mendatang. Ketiga kawasan baru yang akan digarap tersebut adalah Bandung, Bogor, dan Bali.

Demikian rencana pembangunan masa depan perseroan yang diungkapkan Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johannes Mardjuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami merambah kawasan baru di Bandung, Bogor, dan Bali karena permintaan dan kebutuhan hunian serta fasilitas penginapan terus tumbuh. Terlebih dengan perumahan yang akan selalu ada kebutuhannya kendati rupiah terdepresiasi, inflasi tinggi dan suku bunga KPR naik. Karena, kami membidik segmen pasar menengah ke atas yang tidak rentan gejolak ekonomi," ujar Johannes kepada Kompas.com, Rabu (6/11/2013).

Di Bali, tepatnya kawasan Jimbaran, Summarecon akan membangun hotel bintang lima Movenpick di atas lahan seluas 1 hektar dengan nilai investasi Rp 750 miliar. Kontraktor utama telah dipilih dan konstruksi akan dimulai akhir tahun 2013. Movenpick Hotel yang berisi 300 kamar ditargetkan dapat beroperasi pada 2015 mendatang sehingga bakal menambah pendapatan berulang (recurring income) menjadi 27-28 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Sementara di Bogor, emiten berkode SMRA ini akan membesut city development di atas lahan seluas 200 hektar. Serupa dengan di Bandung, mereka juga menggarap pengembangan permukiman lengkap dengan fasilitas komersial dengan luas lahan 200 hektar.

"Proyek di Bandung akan kami mulai akhir 2014. Sementara di Bogor sekitar 2015," jelas Johanned.

Untuk mengoleksi cadangan lahan seluas itu, Summarecon membutuhkan dana setidaknya Rp 1,4 triliun. Sumber dana tersebut mereka cari dari penjualan obligasi dan sukuk ijarah secara berkelanjutan. Tahun ini mereka menjual sekitar Rp 600 miliar yang terbagi ke dalam obligasi konvensional berkelanjutan tahap I 2013 senilai Rp 450 miliar dan sukuk ijarah berkelanjutan tahap I 2013 senilai Rp 150 miliar. Adapun imbal hasil yang ditawarkan adalah 6-11 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.