Kompas.com - 04/11/2013, 13:10 WIB
Eastparc Hotel akomodasi geliat industri MICE Yogyakarta. Tabita/C22Eastparc Hotel akomodasi geliat industri MICE Yogyakarta.
|
EditorHilda B Alexander
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Industri perhotelan di Yogyakarta tak pernah berhenti bergelora. Denyutnya akan terus berdetak selama jumlah kunjungan wisatawan, dan aktifitas bisnis terkait meeting incentives, conference dan exhibition (MICE), berlangsung.

Meskipun tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang 1-5 dan hotel kelas melati atau non bintang secara umum mengalami penurunan, namun pertumbuhan hotel baru terus berlanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data yang dilansir Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, menunjukkan, tahun ini terdapat 60 proposal perijinan hotel baru berkualifikasi bintang 3,4 dan 5. Sebagian besar dari ketujuh hotel tersebut dikelola oleh jaringan operator domestik. Antara lain Metropolitan Golden Management (MGM), Sido Muncul Group dan Zurich Group. Sebagian lainnya dikelola oleh bendera asing yakni Accor Group, dan Swissbel Hotel Group. Sedangkan tahun 2014, sebanyak 10 hotel baru siap menyesaki kota.

Padahal, menurut Ketua PHRI Yogyakarta, Istadjab M Danunagoro, TPK hotel bintang 3-5 selama periode sembilan bulan, Januari-Oktober 2013 anjlok menjadi 78,4 persen. Sementara untuk hotel kelas melati atau non berbintang sebesar 63,1 persen.

"Penurunan terjadi karena kue yang diperebutkan makin kecil. Data tersebut saja berasal dari 4.200 kamar yang memenuhi kota. Rerata tarif kamar hotel berbintang mencapai Rp 476.000 per malam," ujar Istadjab kepada Kompas.com, Senin (4/11/2013).

Untungnya, lanjut Istidjab, geliat aktifitas bisnis MICE dan pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan terus mengalami pertumbuhan. Tahun 2012 saja, Yogyakarta dikunjungi wisatawan mancanegara sejumlah 1,2 juta orang dan turis domestik sebanyak 900.000 orang.

Pendatang baru

Tahun ini, pendatang baru yang meramaikan kompetisi industri perhotelan di Yogyakarta adalah Eastparc Hotel. Lokasinya berada di bilangan Seturan, tak jauh dari Bandara Internasional Adisucipto, atau sekitar 10 menit waktu tempuh.

Selain dekat dengan bandara, hotel bintang lima tersebut juga memiliki berbagai fasilitas yang dapat menunjang kegiatan MICE. Seperti sebuah grand ballrom, ruang pertemuan dan acara The Garden Room, ruang pertemuan dengan konsep auditorium dan ruang seminar, boardroom, serta ruang konferensi.

Director of Sales Leisure Hotel Eastparc Daniel Tony Wibowo mengonfirmasi bahwa hotel tersebut memang diperuntukkan bagi industri MICE. Di dalamnya terdapat ruang-ruang konferensi dengan kapasitas belasan hingga ribuan orang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.