Kompas.com - 24/10/2013, 17:03 WIB
The Ritz-Carlton Tianjin. ritzcarlton.comThe Ritz-Carlton Tianjin.
|
EditorHilda B Alexander
BEIJING, KOMPAS.com - Bila di Indonesia hotel mewah hadir di ibukota dan kawasan wisata dunia seperti Bali, maka di China justru menjamur di kota lapis kedua (second-tier cities).

Ekspansi jaringan hotel mewah dunia ke kota lapis kedua mengindikasikan bahwa dorongan konsumsi telah mengalami pergeseran. Masyarakat yang tinggal di kawasan ini lebih royal dalam membelanjakan uangnya untuk menikmati fasilitas akomodasi.

Mereka, jaringan hotel mewah dunia, yang kepincut kemakmuran China adalah The Ritz-Carlton yang membuka properti baru sejumlah 277 kamar di Tianjin. Kota ini merupakan kota metropolitan berbasis industri. Selain di sini, The Ritz-Carlton juga melebarkan sayapnya di barat daya China yakni kota Chengdu. Kedua hotel tersebut beroperasi pekan lalu.

Tak hanya itu, The Ritz-Carlton juga berencana melipatgandakan jumlah properti yang mereka kelola sebanyak 16 hotel dalam tiga tahun ke depan.

Langkah mereka diikuti Langham Hotel Internasional yang juga akan menambah enam properti , di mana sebagian besar berada kota-kota lapis kedua. Rencana tersebut, menurut CEO divisi hotel Great Eagle Holdings, Brett Butcher, akan dilakukan dalam tiga tahun mendatang.

Ekspansi agresif yang dilakukan jaringan hotel mewah ini, berlawanan dengan kampanye penghematan yang diluncurkan Pemimpin China. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mencegah pejabat menghabiskan uang rakyat demi pertemuan dan perjalanan mewah. 

Hasilnya, kinerja tingkat hunian hotel-hotel kelas atas ini memang anjlok sejak aturan tersebut berlaku.

Ada pun Hotel Ritz-Carlton yang masih kecil pangsa pasarnya, belum terkena dampak dari kebijakan ini sebagaimana halnya yang dialami hotel mewah lainnya. Hotel ini, nantinya akan berhadapan langsung dengan St Regis sebagai fasilitas penginapan untuk kalangan tajir.

Hanya, mereka harus dapat memastikan cukup banyak tenaga kerja terampil demi memberikan layanan berkualitas tinggi. Hal ini merupakan tantangan besar yang harus mereka taklukkan, mengingat di kota-kota lapis kedua China, masih kurang praktek industri jasa yang berkualitas.

Seorang profesor departemen manajemen pariwisata Universitas Shanghai, Dia Jianmin, mengatakan, tantangan berat tersebut, sejatinya merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan pebisnis hotel jika ingin bertahan dalam waktu sangat lama.

Hal ini bukannya tidak disadari The Ritz-Carlton. Regional Vice President at Ritz-Carlton Asia Pacific, Michelle Caporicci, mengungkapkan, pihaknya mendatangkan 90 staf yang berpengalaman dari seluruh dunia ke Tianjin untuk memberikan pelatihan kepada calon karyawan hotel sebelum mereka menerima tamu pertamanya.

The Ritz-Carlton Tianjin, bahkan, telah menyewa manajer umum asal Perancis yang memiliki lebih dari satu dekade pengalaman bekerja di hotel mewah. Hotel ini juga telah merekrut seorang manajer setempat yang memiliki pengalaman luas bekerja untuk hotel The Ritz-Carlton di Amerika Serikat.

Butcher memastikan, pemilihan dan pemeliharaan manajer tingkat menengah lokal akan menjadi kunci untuk mengembangkan hotel kelas atas di kota-kota lapis kedua China.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Xinhua/BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.