Kompas.com - 16/10/2013, 15:00 WIB
Miami, lahan subur para koruptor mencuci uang haramnya. worldpropertychannel.comMiami, lahan subur para koruptor mencuci uang haramnya.
|
EditorHilda B Alexander
MIAMI, KOMPAS.com — Sektor properti secara tradisional sangat disukai oleh para kriminalis atau mereka dengan sepak terjang kejahatan kerah putih sebagai sarana pencucian uang (money laundering).

Nah, sektor properti di Miami, Florida, Amerika Serikat, ditengarai merupakan sasaran empuk uang-uang kotor hasil kejahatan tersebut. Dalam diskusi yang diadakan awal pekan ini, peran uang haram di kota ini tak bisa diabaikan.

Pemicu diskusi adalah kepala berita The Nation edisi 2 Oktober 2013 yang bertajuk "Miami: Where Luxury Real Estate Meets Dirty Money". Artikel tersebut menyelami dunia properti mewah di Miami yang dikemas dalam laporan investigatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut laporan tersebut, pembeli asing atas sejumlah besar kondominium adalah tokoh politik dan pengusaha yang secara ilegal melarikan dananya ke mancanegara. Mereka mencuci uangnya untuk menghindari pajak dan mendulang keuntungan.

Tak kalah mengejutkan adalah artikel ini menyoroti beberapa contoh tokoh jahat yang telah membeli properti di Miami, tetapi tidak pernah secara spesifik mendefinisikan "jumlah yang signifikan". Apakah lebih besar dari jumlah gangster yang membeli vila di Costa del Sol di Spanyol atau lebih dari jumlah bankir yang membawa koper penuh uang ke Dubai?

The Nation menyamakan penjahat, pejabat korup, dan oligarki serakah seperti tempat-tempat cantik dengan pantai indahnya. Sebuah kesimpulan yang sejatinya bukan merupakan hal baru. The Nation hanya mampu mengungkap fakta bahwa pembeli sekaligus pemilik asing terkemuka atas properti di Miami mulai dari seorang mantan pejabat senior Angola hingga berbagai oligarki, kroni politik, dan tokoh kontroversial dari Eropa Timur dan Amerika Latin.

Namun, premis dasar bahwa properti Miami adalah lahan subur bagi pencucian uang tentu sangat menarik dan pantas diikuti. Derasnya arus dana asing, tidak diragukan lagi, memainkan peran penting dalam kebangkitan sektor properti Miami.

"Ada sejumlah besar uang kotor mengalir ke Miami yang disamarkan sebagai investasi. Komunitas bisnis lokal melihat ancaman itu sebagai ancaman bagi sumber kehidupan kota," ungkap Jack Blum, mantan penyidik Kongres dan pengacara Washington yang mengkhususkan diri dalam pencucian uang.

Analis lokal, Peter Zalewski, menindaklanjutinya beberapa hari kemudian dengan laporannya sendiri di Real Deal, sebuah wawancara dengan Charles Intriago, asisten mantan jaksa AS dan penasihat khusus pada kejahatan terorganisasi Florida.

"Ada gelombang kebutaan yang disengaja tentang sumber sebagian uang yang masuk ke investasi properti di Florida Selatan. Tidak ada jalan di neraka bahwa semua uang yang keluar, berasal dari biara Bunda Teresa," sindir Intriago.

Jika memang indikasi pencucian uang ini sangat kuat, apa yang harus dilakukan selanjutnya? Ini bukan peran industri properti untuk bermain sebagai hakim dan menentukan bersalah atau tidaknya seorang calon pembeli. Sebab, banyak penjualan dilakukan melalui badan hukum yang rumit sehingga sulit bagi penegak hukum untuk melacak sumber uang.

Operator busuk dan tokoh internasional misterius akan selalu menjadi bagian dari kehidupan di Miami. Seperti halnya nyamuk di musim panas dan politisi korup, mereka mengunjungi kondominium tepi pantai untuk menikmati hangatnya pasir dan sinar mentari, sampai politisi memutuskan untuk menindak pencucian uang, dan penjahat pembeli properti dibawa ke pengadilan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.