Kompas.com - 08/10/2013, 11:27 WIB
Dengan berbagai perbekalan ini, tukang-tukang asal Indonesia khususnya, diharapkan mampu menghadapi persaingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. www.shutterstock.comDengan berbagai perbekalan ini, tukang-tukang asal Indonesia khususnya, diharapkan mampu menghadapi persaingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi (Pusbin KPK) Kementerian Pekerjaan Umum mulai Selasa (8/10/2013) hingga Kamis (10/10/2013) menggelar lomba dan sarasehan pekerja konstruksi di Jakarta. Lomba diadakan di Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan.

Kompetisi diikuti 123 peserta dari 15 provinsi dan lembaga berbeda. Peserta datang dari berbagai rentang umur. Para ahli-ahli bangunan muda hingga paruh baya tampak berkumpul dalam Balai Pelatihan Konstruksi dan Peralatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tujuan lomba adalah untuk meningkatkan kompetensi serta mengembangkan pembinaan tenaga konstruksi agar semakin kompetitif menghadapi ASEAN Community 2015," kata Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kemen PU Herdiyanto W. Husaeni.

Untuk alasan itulah, para peserta lomba diharapkan mampu mempelajari kemampuan teknis bidang konstruksi dan teknik sipil, serta melatih kemampuan komunikasi, kerja sama kelompok, dan manajemen dalam bidang serupa. Para peserta juga akan menerima pembekalan dari pemangku kepentingan seperti serikat pekerja, pengguna jasa, lembaga pencetak tukang, SMK, dan perguruan tinggi. Dengan berbagai perbekalan ini, tukang-tukang asal Indonesia khususnya, diharapkan mampu menghadapi persaingan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Bentuk kompetisi dan pelatihan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Agenda Konstruksi Indonesia 2013. Secara lebih luas, kegiatan ini juga bertujuan memaksimalkan kualitas SDM Konstruksi.

Sebagai acara tahunan, setiap tahun kegiatan ini diikuti tak kurang 500 orang untuk ditempa kompetensinya. Bidang lombanya pun tersebar, mulai dari tukang kayu, tukang besi, tukang saluran air (plumbing), tukang listrik, juru ukur, pelaksana pekerjaan jalan, dan operator alat berat.

Berdasarkan data Pusbin KPK, jumlah tenaga kerja di sektor industri Indonesia terus meningkat. Pada 2006 jumlahnya mencapai 4,7 juta, kemudian pada 2010 sebanyak 5,7 juta, dan tahun ini diproyeksikan lebih dari 6 juta tenaga kerja.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.