Kompas.com - 30/09/2013, 14:09 WIB
Dewi membuat empat desain rak dengan ukuran dan peruntukkan yang hampir serupa. Semua rak-rak ini akan berubah bentuk menyesuaikan barang-barang yang dimasukkan ke dalamnya. www.dailymail.co.ukDewi membuat empat desain rak dengan ukuran dan peruntukkan yang hampir serupa. Semua rak-rak ini akan berubah bentuk menyesuaikan barang-barang yang dimasukkan ke dalamnya.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Umumnya, rak buku dan rak piring terbuat dari kayu, plastik, atau besi nirkarat (stainless steel). Selain awet, bahan-bahan tersebut menjadi pilihan lantaran kuat menahan beban yang ditempatkan di dalamnya.

Namun demikian, Dewi van de Klomp, desainer dan seniman asal Utrecht, Belanda, itu justeru menggunakan material yang belum terpikirkan sebelumnya. Dewi menggunakan busa atau foam rubber yang ringan untuk membuat rak buku dan rak piring.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

www.dailymail.co.uk Dewi membuat empat desain rak dengan ukuran dan peruntukkan yang hampir serupa. Semua rak-rak ini akan berubah bentuk menyesuaikan barang-barang yang dimasukkan ke dalamnya. Semakin banyak barang dimasukkan ke dalam rak busa ini, semakin besar perubahan terjadi pada rak tersebut.
Dewi membuat empat desain rak dengan ukuran dan peruntukkan yang hampir serupa. Semua rak-rak ini akan berubah bentuk menyesuaikan barang-barang yang dimasukkan ke dalamnya. Semakin banyak barang dimasukkan ke dalam rak busa ini, semakin besar perubahan terjadi pada rak tersebut.

Rak pertama berbentuk persegi panjang berwarna hijau. Rak tersebut memiliki 12 ruang untuk menaruh buku-buku dalam posisi horizontal. Dewi menamai rak ini dengan sebutan Soft Cabinet Green.

www.dailymail.co.uk Dewi van de Klomp, desainer dan seniman asal Utrecht, Belanda, itu justeru menggunakan material yang belum terpikirkan sebelumnya. Dewi menggunakan busa atau foam rubber yang ringan untuk membuat rak buku dan rak piring.
"Soft Cabinet Green adalah lemari yang bergerak ke samping, kanan atau kiri, tergantung volume yang ada di dalam lemari tersebut. Letakkan di sebelah dinding atau lemari lain dan penuhi dengan barang-barang Anda," kata Dewi mendeskripsikannya.

Dia menambahkan, ketika dipenuhi oleh buku, lemari ini akan bersandar ke salah satu sisi dan membentuk model yang unik. Sementara rak kedua terlihat lebih klasik dan cantik dengan adanya ornamen menyerupai mahkota di bagian atasnya.

Dewi menyebut rak kedua yang lembut dan berwarna putih ini dengan nama Soft Cabinet High. Dia juga memiliki bebeapa rak serupa dengan warna berbeda di studionya. Lemari ini memiliki empat kaki jenjang yang akan melengkung jika bagian badannya diisi dengan menggunakan gelas.

"Soft Cabinet High adalah lemari yang memiliki kaki-kaki panjang dan lemah, namun cukup kuat untuk tetap berdiri. Tempatkan cangkir, buku, atau tanaman di dalam rak ini untuk melindunginya atau memajangnya dengan bangga," tuturnya.

www.dailymail.co.uk Saat dipenuhi oleh buku, lemari ini akan bersandar ke salah satu sisi dan membentuk model yang unik. Sementara rak kedua terlihat lebih klasik dan cantik dengan adanya ornamen menyerupai mahkota di bagian atasnya.
Adapun rak ketiga masih berwarna putih, namun memiliki bentuk lebih sederhana ketimbang Soft Cabinet High. Lemari ini pun memiliki kaki yang tampak lebih besar daripada keempat kaki Soft Cabinet High.

Lemari yang dinamakanya Soft Cabinet Small ini merupakan lemari terkecil dari koleksi lemari-lemari lembut karya Dewi van de Klomp. Dalam situs resminya, Dewi menempatkan gelas, piring, dan mangkuk dalam lemari tersebut.

Rak terakhir juga berwarna putih. Rak tersebut sekilas tampak seperti rak piring pada umumnya, namun tetap memiliki keistimewaan berupa material pembuatnya. Kemungkinan besar, itulah alasan Dewi menyebutnya sebagai "Soft Cabinet Classic".

Seperti dikutip di www.dailymail.co.uk, Dewi menceritakan bahwa idenya membuat lemari-lemari dari busa ini terinspirasi dari tampilan busa protektif. Menurut dia, lemari-lemari tersebut merupakan caranya membujuk orang-orang melihat material berharga murah dalam sudut pandang berbeda.

"Foam rubber adalah material yang banyak dikenal. Namun, material tersebut tidak mendapatkan cukup banyak perhatian. Dengan koleksi Soft Cabinet saya mencoba meningkatkan nilai foam rubber melalui penggunaan material tersebut secara tidak biasa," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.