Rivalitas Jakarta dan Kuala Lumpur Meluas hingga Sektor Perhotelan

Kompas.com - 24/09/2013, 10:37 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com — Rivalitas Indonesia dan Malaysia yang diwakili oleh Jakarta dan Kuala Lumpur tak hanya terjadi di dunia sepak bola, tetapi juga merambah pada sektor properti, khususnya perkantoran, hotel, dan pusat belanja.

Untuk perkantoran, Jakarta masih gigit jari. Sementara Kuala Lumpur sudah mendunia dengan Menara Kembar Petronasnya. Petronas Twin Towers merupakan pencakar langit tertinggi keenam di dunia dengan ketinggian 452 meter. Ia hanya kalah oleh Burj Kalifa Dubai (828 meter), Makkah Royal Clock Tower Hotel (601 meter), Taipei 101 (508 meter), Shanghai World Financial Center (492 meter), dan International Commerce Center (484 meter).

Jakarta? Masih mempersiapkan diri untuk memiliki Signature Tower yang digadang-gadangkan akan menjulang setinggi 638 meter dan berisi 111 lantai.

Sementara untuk sektor perhotelan, kedua kota ini saling "mengalahkan" menjadi yang terbaik. Kategori terbaik, mengikuti standardisasi STR Global yang merupakan lembaga riset perhotelan dunia berbasis di London, Inggris, ditunjukkan oleh kinerja tingkat hunian dan pertumbuhan tarif harian (average daily rate/ADR) serta pendapatan per kamar tersedia (revenue per available room/RevPAR).

Menurut Managing Director STR Global, Elizabeth Winkle, pasar Malaysia dan Indonesia adalah yang paling kuat di kawasan Asia Pasifik. Kinerja pada bulan Agustus tahun 2013 tertinggi ketimbang kota-kota lainnya. Rapor positif ini merupakan kelanjutan dari hasil serupa sejak Juli 2012 lalu.

Tingkat hunian perhotelan Jakarta dan Kuala Lumpur berada pada level dua digit dan memperlihatkan kecenderungan menanjak dari bulan ke bulan selama tahun ini.
Kuala Lumpur mencatat peningkatan rekor hunian terbesar yakni 17,1 persen menjadi 78,8 persen. Sementara Jakarta 15 persen menjadi 68,3 persen.

Untuk catatan ADR, giliran Jakarta memimpin. Kota ini menunjukkan peningkatan 19,0 persen menjadi Rp 1,092 juta. Kuala Lumpur di tempat kedua dengan kenaikan 13,0 persen menjadi 391,10 ringgit Malaysia.

STR memproyeksikan, Jakarta dan Kuala Lumpur akan menjadi pasar kunci yang mencatat pertumbuhan ADR lebih dari 15 persen pada tahun-tahun mendatang. Jakarta berada di peringkat atas, bakal meroket 34,6 persen menjadi sekitar Rp 1.640.472. Kuala Lumpur mengekori dengan 32,3 persen menjadi 308 ringgit.

Posisi peringkat akan berubah bila komparasi dilakukan dalam mata uang dollar AS. Secara tahunan, ADR Kuala Lumpur meningkat 7,2 persen menjadi 118,64 dollar AS atau kenaikan terbesar dalam matriks STR.

Untuk kinerja RevPAR, Jakarta melaju dengan pertumbuhan 34,6 persen menajdi menjadi Rp 640. 472. Sedangkan Kuala Lumpur tumbuh 32,3 persen menjadi 308.20 ringgit.




Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.