Starwood Kuasai Aset Westfield

Kompas.com - 17/09/2013, 13:12 WIB
Westfield Group menjual sebagian besar aset non intinya kepada Starwood Capital Group vccusa.comWestfield Group menjual sebagian besar aset non intinya kepada Starwood Capital Group
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Westfield Group, operator pusat belanja dengan aset terbesar di Amerika Serikat, menjual tujuh aset non intinya kepada salah satu perusahaan yang berafiliasi dengan Starwood Capital Group. Penjualan ini merupakan bagian dari rencana strategis Westfield.

Paket tujuh pusat belanja tersebut senilai 1,64 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 18,53 triliun. Luas bangunan seluruhnya mencapai 733.934 meter persegi. Tiga di antaranya berada di Ohio, dua di California, dan satu masing-masing di Washington dan Indiana.

Starwood Group sangat beruntung, sebab nilai transaksi yang dibukukan 120 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun) lebih rendah dibanding nilai buku portofolio tersebut pada akhir 2012.

Bukan kali ini saja, Westfield Group mengobral aset-aset mereka. Pada bulan April 2012 lalu,  mereka telah menyerahkan tujuh mal di AS kepada kelompok usaha yang sama dengan nilai 1 miliar dollar AS (Rp 11,2 triliun). Kemudian Maret 2013, menjual setengah saham enam mal di Florida kepada O'Connor Capital Partners dengan angka sekitar 700 juta dollar AS (Rp 7,9 triliun).

Dengan demikian, Starwood Group akan memiliki dan mengelola saham mayoritas di pusat perbelanjaan Westfield. Sementara Westfield masih mempertahankan 10 persen kepemilikan saham umum.

Tentu, penjualan portofolio besar-besaran tersebut dilakukan Westfield bukan tanpa alasan. Menurut CEO Westfield Group, Peter Lowy, mereka berfokus pada penyebaran ulang modal melalui divestasi aset non inti dan memperkenalkan mitra usaha patungan ke dalam portofolio  baru yang lebih berkualitas.

Imperium Westfield yang berbasis di Sydney, didirikan oleh miliarder Frank Lowy. Mereka bergerak di sektor reinvestasi modal ke proyek-proyek di Amerika Serikat dan negara lain yang menawarkan pengembalian yang lebih tinggi.

"Mereka mencampurkan portofolio yang tersisa berdasarkan pandangan mereka tentang potensi nilai terbaik. Ini adalah bagian dari strategi Westfield, bukan perubahan dalam strategi atau hasil," ujar Direktur Maxim Asset management,  Winston Sammut.

Setelah transaksi terakhir, Westfield masih memiliki dan mengoperasikan 40 pusat belanja di AS dengan penjualan tahunan rerata mencapai 513 dollar (Rp 5,7 juta) per kaki persegi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X