Rp 87 Miliar... Harga untuk Kejayaan Hammersmith Apollo!

Kompas.com - 09/09/2013, 12:18 WIB
Kabarnya, bangunan teater ini sempat terancam ketika seorang Sheikh asal Dubai rela bertaruh sebanyak 75 juta poundsterling dalam pelelangan memperebutkannya. Sheikh tersebut ingin mengubah teater menjadi gudang furnitur. www.dailymail.co.ukKabarnya, bangunan teater ini sempat terancam ketika seorang Sheikh asal Dubai rela bertaruh sebanyak 75 juta poundsterling dalam pelelangan memperebutkannya. Sheikh tersebut ingin mengubah teater menjadi gudang furnitur.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Pada masa kejayaannya, Teater Hammersmith Apollo pernah menjadi tempat bagi berbagai pertunjukkan musik istimewa. Sejak dibuka pada 1932, teater yang sebelumnya dikenal dengan nama Gaumont Palace Cinema, Carling Apollo, HMV Hammersmith Apollo, dan Eventim Apollo ini sudah berkali-kali berganti kepemilikan.

Dekorasi teater ini pun selalu disesuaikan dengan kemajuan zaman yang justeru menggerus keindahan aslinya. Namun, berkat renovasi berdana besar, teater tersebut kini kembali pada kecantikan di masa kejayaannya.

www.dailymail.co.uk Bangunan ini menghabiskan dana renovasi sebesar lima juta poundsterling atau sekitar Rp 87,83 miliar. Dana sebesar ini bertujuan untuk mengembalikan keindahan awal bangunan tersebut pada 1932, yakni ketika gedung tersebut dibangun.
Dilansir www.dailymail.co.uk, bangunan ini menghabiskan dana renovasi sebesar lima juta poundsterling atau sekitar Rp 87,83 miliar. Dana sebesar ini bertujuan untuk mengembalikan keindahan awal bangunan tersebut pada 1932, yakni ketika gedung tersebut dibangun.

Kabarnya, bangunan teater ini sempat terancam ketika seorang Sheikh asal Dubai rela bertaruh sebanyak 75 juta poundsterling dalam pelelangan memperebutkannya. Sheikh tersebut ingin mengubah teater menjadi gudang furnitur.
 
Sejenak, jika menoleh kembali pada sejarah panjang yang dialaminya, bangunan ini mulai dirancang pada 1928. Davis Company menunjuk Robert Cromie sebagai kepala arsitek untuk mendesain bangunan tersebut. Cromie merupakan orang yang sama dengan perancang Prince of Wales Theatre di London Pusat.
 

www.dailymail.co.uk Sejenak, jika menoleh kembali pada sejarah panjang yang dialaminya, bangunan ini mulai dirancang pada 1928. Davis Company menunjuk Robert Cromie sebagai kepala arsitek untuk mendesain bangunan tersebut. Cromie merupakan orang yang sama dengan perancang Prince of Wales Theatre di London Pusat.
Seolah menjadi salah satu pertanda bahwa di masa yang akan datang tetaer tersebut selalu berpindah tangan, kepemilikan teater ini pun sudah berganti sebelum selesai dibangun. Pada 1930, proyek pembangunannya diambil alih oleh Gaumont hingga teater tersebut disebut dengan nama Gaumont Palace Cinema saat pembukaannya.

Era baru

Pertama kali dibuka pada 1932, sebanyak 3.500 orang berbondong-bondong mendatangi tempat ini. Mereka disuguhi auditorium berbentuk kipas dengan panggung luas. Selain itu, mereka juga disuguhi dengan organ teater berjenis Compton4manual/15 Ranks.
 
Pada 1962, tempat ini berganti nama menjadi Hammersmith Odeon. Tiga puluh tahun kemudian, Hammersmith Odeon yang dikenal dengan Hammy O diubah kembali menjadi Labatt Apollo. Di tahun 2009 menjadi Hammersmith Apollo, kemudian menjadi Eventim Apollo pada 2013 dan kembali pada dekorasi awalnya.

Adapun hasil renovasi bangunan teater ini meliputi pengembalian lokasi lampu-lampu yang sesuai dengan pemasangan awalnya, restorasi hiasan dinding, serta pewarnaan dinding sesuai aslinya. Selain itu, setelah renovasi, tetaer ini kembali memiliki tangga marmer yang sebelumnya tertutup oleh panggung.

www.dailymail.co.uk Gedung ini juga kembali memiliki lantai mozaik cantik yang tampak lebih cerah. Terakhir, penambahan lampu-lampu LED membuat tempat ini menjadi lebih hidup dan siap menyambut era barunya.
Gedung ini juga kembali memiliki lantai mozaik cantik yang tampak lebih cerah. Terakhir, penambahan lampu-lampu LED membuat tempat ini menjadi lebih hidup dan siap menyambut era barunya.
 
Penyanyi Musik pop Selena Gomez akan menjadi tokoh pembuka bagi teater ini. Gomez, Sabtu (7/9/2013), menikmati aksi panggung pertama bagi tampilan baru teater yang kini dikenal dengan nama Eventim Apollo itu.



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X