Perbesar Kapasitas Produksi, Holcim Bangun Pabrik di Tuban

Kompas.com - 03/09/2013, 15:30 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
BOGOR, KOMPAS.com - Di sela acara temu wartawan, Selasa (3/9/2013), di Bogor, Corporate Communication Manager PT Holcim Indonesia Tbk Diah Sasanawati mengungkapkan, peluncuran tahap satu pabrik tersebut akan dilaksanakan pada kuartal pertama 2014. Diluncurkan pada Oktober mendatang, pabrik baru di Tuban itu ditargetkan rampung sepenuhnya dan beroperasi penuh pada 2015.

Diah mengatakan, saat ini Holcim memiliki kapasitas produksi sebesar 9,1 juta ton semen pertahun yang diproduksi dari pabrik di Narogong dan Cilacap. Narogong memproduksi 5,6 juta ton semen pertahun, sementara Cilacap memproduksi 3,5 juta ton semen pertahun. Dengan adanya pabrik baru di Tuban, Holcim akan menambah kapasitas produksi sebesar 3,4 juta ton semen per tahun atau sekitar 40 persen dari produksi saat ini.

Dia mengatakan, meski akan mengalami peningkatan kapasitas produksi, pihaknya akan menghadapi peningkatan kebutuhan semen di Indonesia sekaligus pertumbuhan kapasitas pesaing dan kemunculan pesaing baru. Karena itulah, pangsa pasar (market share) Holcim juga tidak akan bertambah secara signifikan.

Tahun lalu, Holcim memiliki pangsa pasar sebesar 15,2 persen dari keseluruhan permintaan pasar dan menurun menjadi 14,5 persen di tahun ini. Dengan adanya pabrik di Tuban, Holcim menargetkan pangsa pasar sebesar 15 persen.

Diah menambahkan, saat ini pendapatan perusahaannya mengalami peningkatan sebesar 7 % menjadi Rp 4,48 triliun. Namun, keuntungan bersihnya turun 7 % dari tahun lalu menjadi Rp 467 miliar.

Ia menekankan, meski mengalami penurunan laba bersih dari tahun lalu, kinerja perusahaan untuk semester pertama tahun ini mengalami peningkatan, terutama dalam marjin kotor menjadi 35 % dari 33 %.

"Ini merupakan efek positif dari efisiensi yang telah dilakukan perusahaan, mulai perbaikan proses kerja, penghematan energi, serta pemakaian batubara kalori rendah," ujar Diah.

Sama seperti perusahaan serupa, Holcim juga menghadapi berbagai permasalahan ekonomi yang menimpa Indonesia saat ini, seperti pelemahan nilai Rupiah. Namun, hingga saat ini, Diah mengaku perusahaannya belum tentu akan menaikkan harga sak semen. Pihaknya masih melihat kondisi pasar. Satu sak semen Holcim hingga saat ini masih berada pada harga Rp 55.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X