Kompas.com - 02/09/2013, 20:23 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - "Dari sisi properti, daya tariknya tentu overview dari JSS itu sendiri. Ini akan saling mendorong dengan pertumbuhan pariwisata, seperti resor, hotel, atau restoran," ujar Ir Fauzi Buldan, pemerhati arsitektur dan properti dari Ikatan Alumni Arsitektur Institut Sains dan Teknologi Nasional (INIARS ISTN) usai jumpa pers Simposium Nasional Arsitektur Jembatan Selat Sunda di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Fauzi, jembatan bentang panjang seperti JSS akan menimbulkan gerakan-gerakan ekonomi baru, mulai home industry hingga perusahaan-perusahaan besar, dari resor-resor tradisional hingga wisata kelas atas. Hanya, lanjut Fauzi, karena harga tanah tidak bisa dikontrol oleh pemerintah, akan banyak bermunculan spekulan.

"Tentu, ada negatif dan positifnya. JSS akan menciptakan kelas-kelas ekonomi baru di kedua daerah yang terhubung," kata Fauzi.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) dapat dijadikan sebagai momentum untuk membuka paradigma berpikir para arsitek Indonesia agar lebih inovatif. Arsitek harus lebih ekspansif membedah secara ilmiah JSS ini dari berbagai sisi.

"Dengan kajian ini para arsitek profesional bisa merancang lebih komprehensif, mulai dari konsep pembangunan hingga teknologinya. Arsitek juga harus bisa masuk ke sektor riil," ujar Jane Katharina, Ketua Ikatan Alumni Arsitektur Institut Sains dan Teknologi Nasional (INIARS ISTN) pada jumpa pers Simposium Nasional Arsitektur Jembatan Selat Sunda di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Jane mengatakan, simposium ini diharapkan bisa menjadi wadah mengubah paradigma tersebut, yaitu mengundang kepedulian arsitek dan insinyur Indonesia bagi tumbuh dan berkembangnya dunia teknologi rancang bangun, salah satunya melalui rencana proyek JSS tersebut.

Simposium ini akan digelar di Gedung Bidakara, Jakarta, Kamis (5/9/2013) nanti, dan akan menghadirkan salah satunya Ir Ben Usagani, seorang praktisi teknis dengan spesialisasi bidang sipil konstruksi laut. Ben akan memaparkan hasil kajiannya mengenai teknik konstruksi yang mungkin bisa digunakan untuk pembangunan JSS berdasarkan lawatannya ke beberapa negara.

"Apakah nantinya akan menggunakan tipe suspension bridge, self anchor bay bridge atau cable stay bridge, kami akan analisa dan itu kembali pada kemampuan pemerintah Indonesia. Ini merupakan pertimbangan besar memilihnya, salah satunya faktor biaya yang tidak sedikit," ujar Ben.

Khusus untuk Selat Sunda, Ben memisalkan, JSS bisa menggunakan kombinasi dua suspension bridge dengan dukungan cable stay bridge. Hanya, dibutuhkan peralatan besar untuk operasionalnya.

"Tetapi kita tak punya alat besar untuk pekerjaan ini. Yang memungkinkan adalah menyewa alat dari Belanda, harganya sekitar 100.000 Euro (Rp 1,4 miliar) per hari. Tingginya 85 meter dan mampu mengangkat beban 8.500 ton. Tapi, China juga punya alat itu, mungkin lebih murah," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Airbnb akan Tutup Bisnis Lokal di China

Pandemi Covid-19 Belum Reda, Airbnb akan Tutup Bisnis Lokal di China

Berita
Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih, Basuki Serukan Hal Ini

Tingkatkan Akses Sanitasi dan Air Bersih, Basuki Serukan Hal Ini

Berita
Siapa Taipan Properti Terkaya di Indonesia Terbaru 2022? Ini Jawabannya

Siapa Taipan Properti Terkaya di Indonesia Terbaru 2022? Ini Jawabannya

Berita
126.000 Penumpang KRL akan Transit di Stasiun Manggarai saat SO5

126.000 Penumpang KRL akan Transit di Stasiun Manggarai saat SO5

Berita
Tahan Letusan Krakatau, Ini Rahasia Konstruksi Gereja Sion Jakarta

Tahan Letusan Krakatau, Ini Rahasia Konstruksi Gereja Sion Jakarta

Konstruksi
Arsitektur Neo-Gothic Gereja Katedral Jakarta, Seluruh Bagian Sarat Makna

Arsitektur Neo-Gothic Gereja Katedral Jakarta, Seluruh Bagian Sarat Makna

Arsitektur
Banjir Rob Pantura, Pemerintah Inventarisasi Tanggul dan Pasang Geobag

Banjir Rob Pantura, Pemerintah Inventarisasi Tanggul dan Pasang Geobag

Berita
Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel

Sokong Gaya Hidup Modern, Sembawang Aparthouse Hadir di Jaksel

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Stasiun Gambir Bakal Dialihfungsikan untuk Naik Turun Penumpang KRL

[POPULER PROPERTI] Stasiun Gambir Bakal Dialihfungsikan untuk Naik Turun Penumpang KRL

Berita
Per April 2022, Bank BTN Catatkan Laba Bersih Capai Rp 1 Triliun

Per April 2022, Bank BTN Catatkan Laba Bersih Capai Rp 1 Triliun

Berita
Jasa Marga Lakukan Perbaikan Ruas Tol Palikanci Cirebon, Cek Jadwalnya

Jasa Marga Lakukan Perbaikan Ruas Tol Palikanci Cirebon, Cek Jadwalnya

Konstruksi
Waskita Karya Infrastruktur Lanjutkan Restrukturisasi, Sentuh Rp 153,51 Miliar

Waskita Karya Infrastruktur Lanjutkan Restrukturisasi, Sentuh Rp 153,51 Miliar

Berita
Percepat Pendaftaran Tanah di Halmahera Barat, Surya Tjandra Minta BPHTB Digratiskan

Percepat Pendaftaran Tanah di Halmahera Barat, Surya Tjandra Minta BPHTB Digratiskan

Berita
Tahukah Anda, Singing Road Pertama di Indonesia?

Tahukah Anda, Singing Road Pertama di Indonesia?

Konstruksi
Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Ada K-Project Sequoia 7 di Koridor Timur Jakarta

Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Ada K-Project Sequoia 7 di Koridor Timur Jakarta

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.