Kompas.com - 02/09/2013, 14:19 WIB
|
EditorHilda B Alexander
SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura redam laju pertumbuhan properti dengan serangkaian kebijakan baru. Satu yang teranyar dari sekian kebijakan tersebut adalah penundaan perizinan untuk orang asing yang ingin memiliki properti di negeri ini.

Orang asing harus menunggu tiga tahun lagi untuk dapat membeli properti, meskipun izin pembatasan kepemilikan dan pinjaman atas hunian baru telah ditetapkan oleh otoritas perumahan setempat (Housing Development Board/HDB).

Aturan tersebut berlaku bagi rumah tangga pemegang Singapore Permanent Resident (SPR). Mereka harus menunggu tiga tahun sejak tanggal status SPR diperoleh, untuk dapat membeli flat yang dibangun HDB.

Dalam situsnya, HDB juga mengumumkan bahwa mulai tanggal 27 Agustus lalu, Singapura memotong tenor maksimal untuk pinjaman hunian baru yang dibangun oleh negara selama 25 tahun. Jumlah pinjaman juga dibatasi hingga 30 persen dari sebelumnya 35 persen terhadap total pendapatan kotor bulanan.

Para analis menganggap langkah ini tidak sensitif dan berpotensi melumpuhkan pasar perumahan swasta karena lemahnya penjualan kembali (resale) HDB. Penjualan rumah bulan Juli lalu saja sudah tergelincir. Hanya 481 unit terjual, atau 73 persen lebih rendah dari bulan Juni.

Selain itu, kebijakan ini juga dinilai berpotensi mencegah kalangan rumah tangga untuk menjual flat mereka meskipun secara finansial sangat mampu untuk meningkatkan kualitasnya.

Ivan K Lim, analis Citigroup, mengatakan, keinginan untuk meningkatkan kualitas hunian telah menstimulasi pasar perumahan swasta meningkat sangat signifikan.

Selain penundaan izin untuk orang asing, HDB juga mengumumkan langkah lainnya untuk menstabilkan pasar resale. Pembatasan properti baru, sejalan dengan Otoritas Moneter   (monetary authority) Negara Singa, ditujukan untuk mendesak warganya agar lebih berhati-hati atas keuangan mereka. Terutama saat suku bunga sangat rendah dan tidak bisa dipertahankan untuk waktu yang lama.

Pengumuman HDB tersebut dirilis 10 hari setelah Perdana Menteri Lee Hsien Loong mencoba meyakinkan masyarakat selama perayaan nasional bahwa ia akan menetapkan hunian yang dibagun HDB, tetap terjangkau.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.