Begini, Dekorasi Kompromis Pria dan Wanita...

Kompas.com - 22/08/2013, 10:05 WIB
Bekerja dengan gaya dua orang yang benar-benar berbeda menjadi hal sulit. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi kesempatan menciptakan satu desain dan tampilan baru yang mencampurkan elemen dari sang pria maupun sang wanita. www.houzz.comBekerja dengan gaya dua orang yang benar-benar berbeda menjadi hal sulit. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi kesempatan menciptakan satu desain dan tampilan baru yang mencampurkan elemen dari sang pria maupun sang wanita.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Bagi pasangan pengantin baru, mendekor interior rumah merupakan salah satu tantangan tersendiri. Pasangan tersebut harus saling berkompromi dalam menentukan desain yang paling tepat.

Bekerja dengan gaya dua orang yang benar-benar berbeda menjadi hal sulit. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi kesempatan menciptakan satu desain dan tampilan baru yang  mencampurkan elemen dari sang pria maupun sang wanita.

Apakah kesulitan tersebut juga Anda hadapi? Berikut ini cara mudah mendekor rumah baru bagi Anda dan pasangan.

Pertama, buat "jembatan" dari gaya Anda dan pasangan lewat berbagai bentuk, material, dan tekstur. Cobalah mengerti alasan di balik ketertarikan Anda dan pasangan atas tampilan sebuah ruangan. Anda dan pasangan berbagi selera yang sama, meski selama ini Anda memilih produk berbeda.

Misalnya, Anda dan pasangan menyukai alas lantai yang lembut. Namun, pasangan Anda enggan menggunakan lantai karpet karena khawatir dengan kebersihannya. Solusinya, Anda dan pasangan bisa menggunakan rug area yang tampak seperti bulu domba nan lembut. Rug area tetap memberikan kelembutan, namun mudah dibersihkan.

Kedua, berkompromilah. Jika Anda menyukai tampilan klasik, sementara pasangan menyukai desain modern, cobalah mendesain dengan konsep "tidak terlalu klasik dan tidak terlalu modern". Konsep "tengah-tengah" ini menjadi penyelesaian yang baik bagi kedua selera. Namun, jika Anda dan pasangan sama-sama tidak ingin tampilan yang "setengah-setengah", maka cobalah menata interior rumah dengan konsep baru.

Ketiga, perbarui perabotan. Ketidaksukaan seseorang terhadap sebuah perabotan kemungkinan besar disebabkan karena corak atau warnanya yang terlalu mencolok. Jika Anda tidak menyukai sofa atau ottoman yang dimiliki pasangan, mintalah pengganti pelapis sofa tersebut dengan warna yang lebih lembut.

Keempat, tambahkan sesuatu yang "mengejutkan". Tidak selamanya "mengurangi" gaya klasik atau gaya modern dapat menjadi jawaban. Tonjolkan warna atau corak tertentu di satu ruangan. Tentu, batasi penggunaan corak dan warna tersebut agar ruangan tidak terasa "berat".

Kelima, ulangi desain dan relasikan berbagai barang di ruangan. Repetisi bisa menyatukan seluruh barang di dalam ruangan. Repetisi tidak selalu berarti Anda harus mengulang beberapa corak terus-menerus. Anda bisa mengulang bentuk geometris dalam corak, warna, bahkan materialnya. Cobalah memadupadankan berbagai perabotan kesukaan Anda dan pasangan, tentu dengan mencari kesamaan dalam tiap perabotan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X