Kompas.com - 21/08/2013, 11:36 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Pemberlakukan loan to value (LTV) yang baru dari Bank Indonesia per 1 September 2013 nanti diperkirakan masih akan membawa permasalahan serius terhadap penyediaan rumah untuk kalangan menengah yang sebagian besar merupakan end user. Pemberlakuan LTV dengan tujuan meredam aksi spekulasi dinilai terlambat karena harga sudah melonjak terlebih dahulu dalam dua sampai tiga tahun terakhir.

Pembatasan LTV untuk tipe 70 m2 dirasakan tidak terlalu bisa meredam aksi pembelian rumah yang ada. Pasalnya, khususnya di Jabodetabek, harga rumah dengan tipe tersebut relatif menyasar segmen menengah atas yang notabene mempunyai daya beli tinggi. Dengan demikian pemberlakukan LTV sebesar 60 persen untuk rumah kedua dan 50 persen untuk rumah ketiga tidak terlalu masalah untuk segmen menengah atas, meskipun dampak penundaan pembelian tetap ada namun tidak terlalu signifikan.

"Namun, akan berbeda kalau kita memantau harga rumah di luar Jabodetabek, dimana masih terdapat rumah-rumah tipe 70 m2 dengan harga Rp 200 sampai Rp 500 jutaan yang merupakan pasar end user. Jangankan di luar Jabodetabek, di pinggirannya saja masih dimungkinkan rumah dijual dengan harga tersebut," ujar Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Ali mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah rumah dengan harga tersebut merupakan pasar bagi end user, bukan investor. Dengan pemberlakukan LTV 70 persen, lanjut dia, konsumen akan kesulitan membeli rumah untuk rumah pertamanya. 

"Karena uang muka yang harus disiapkan sebesar 30 persen. Ini menjadikan pasar menengah yang mulai bertumbuh sebagian besar tetap tidak dapat membeli rumah," ujarnya.

Selain itu, ada kemungkinan, aksi spekulasi di segmen menengah atas yang dibatasi itu, akan mulai memasuki rumah-rumah yang tadinya disediakan untuk pasar segmen menengah tersebut. Sementara sebagian pengembang akan menyiasati untuk membangun rumah dengan tipe-tipe lebih kecil di bawah tipe 70 m2 namun dengan harga tinggi.

"Ini akan membuat kalangan segmen menengah semakin tidak sanggup membeli rumah," kata Ali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.