Kompas.com - 05/08/2013, 12:45 WIB
Di mata orang-orang yang tidak mengetahui sejarahnya, bangunan ini hanya tampak sebagai rumah tua bergaya chateau Prancis. Tampilannya usang dan tua, memancarkan sedikit unsur www.dailymail.co.ukDi mata orang-orang yang tidak mengetahui sejarahnya, bangunan ini hanya tampak sebagai rumah tua bergaya chateau Prancis. Tampilannya usang dan tua, memancarkan sedikit unsur "horor" yang menyeramkan dan mengintimidasi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com — Di mata orang-orang yang tidak mengetahui sejarahnya, bangunan ini hanya tampak sebagai rumah tua bergaya chateau Perancis. Tampilannya usang dan tua, memancarkan sedikit unsur "horor" yang menyeramkan dan mengintimidasi.

Sebenarnya, kesan pertama tersebut tidak sepenuhnya salah. Bahkan, megabintang sekelas David Bowie pun pernah merasakan kehadiran "makhluk halus" di rumah ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

David Bowie merasakan kehadiran sang "makhluk halus" ketika mengerjakan album rekaman Pin Ups pada 1973. Bowie lalu kembali untuk merekam album Low. Namun, Bowie menolak bermalam di salah satu kamar chateau.

Saat itu, Bowie mulai mengerjakan proyek album bersama musisi dan produser Tony Visconti dan Brian Eno. Visconti mengonfirmasi kehadiran energi aneh di rumah tersebut, sementara Eno merasakan sendiri "gangguan" dari "energi aneh" tersebut.

www.dailymail.co.uk David Bowie merasakan kehadiran sang
Eno mengaku, setiap pagi dia dibangunkan dengan goncangan di bahunya. Padahal, ia tahu, tak ada seorang pun di kamar tidurnya.

Namun, berkat kesuksesan album-album yang digarap di rumah ini, maka namanya terangkat dan tidak sedikit musisi tertarik membuat album di sana. Nama-nama seperti Uriah Heep, Canned Heat, Rick Wakeman, Iggy Pop, The Bee Gees, Marvin Gaye, Fleetwood Mac, dan T Rex merupakan deretan musisi dan band pengikut jejak Bowie di "rumah horor" ini selama dekade 1970-an hingga 1980-an.

Sayangnya, kini rumah mewah di daerah Val d Oise, sekitar 32 km dari Paris, tersebut telah ditinggalkan selama bertahun-tahun. Meskipun "horor", rumah ini juga memiliki andil dalam "lahirnya" berbagai karya musik besar di dunia. Karena itulah, dengan dijualnya rumah mewah ini, rumah tersebut memiliki kesempatan mendapat perlakuan dan perawatan memadai.

"Studio Stroberi"

Rumah ini bermula pada pembangunannya tahun 1740. Menurut www.dailymail.co.uk, Vincent Van Gogh pun turut andil mempercantik rumah tersebut. Lebih dari 200 tahun kemudian, komposer film Perancis, Michel Magne, membeli rumah itu pada 1962.

www.dailymail.co.uk Sayangnya, kini rumah mewah di daerah Val d Oise, sekitar 32 km dari Paris, tersebut telah ditinggalkan selama bertahun-tahun. Meskipun
Magne lalu mengubah bangunan menjadi rumah mewah dengan 30 kamar, sebuah kolam renang, memiliki lapangan tenis, dan taman seluas 17.000 hektar. Selain berbagai fasilitas tersebut, fitur terbaik bisa jadi merupakan ruang rekaman pribadi dengan kualitas akustik luar biasa. Ruang rekaman ini dikenal dengan sebutan "Strawberry Studios".

Magne menjual properti tersebut pada 1979. Meski sudah berpindah tangan, sang pemilik mengizinkan keberlangsungan ruang rekaman tersebut tetap ada di dalamnya. Sayangnya, pemerintah setempat tidak memberikan izin bagi usaha perekaman album pribadi. Akibatnya, rumah ini sudah kosong selama 28 tahun.

Rumah yang kabarnya "dihuni" oleh arwah komposer Frederic Chopin ini kini dijual seharga 1,12 juta poundsterling (sekitar Rp 17.595.318.995,82). Menurut agen realestat Gilles Ditcharry, properti ini masih membutuhkan renovasi berbiaya 250.000 poundsterling  atau setara Rp 3.922.171.833.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Dailymail
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.