Inilah, 8 Toilet Ramah Lingkungan!

Kompas.com - 02/08/2013, 10:07 WIB
Ecological Urinal. inhabitat.comEcological Urinal.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

Toilet ini menyerap tenaga dari cahaya matahari serta mampu membersihkan dirinya sendiri. Urine dan kotoran manusia dapat diubah menjadi hidrogen dan pupuk. Sebuah panel solar termasuk dalam perangkat toilet ini. Panel solar tersebut memberikan tenaga bagi reaktor elektrokimiawi yang menguraikan kotoran menjadi pupuk. Toilet ini dikembangkan oleh California Institute of Technology. Sayangnya, biaya pembuatannya sangat mahal, mencapai 2.200 dollar AS (Rp 226 juta).

6. Loughborough University

Toilet ini dirancang untuk mengubah kotoran manusia menjadi material yang dikarbonasi sebagai sumber panas dan mineral sebagai pupuk. Kegunaan lainnya, dapat menyaring air untuk siraman dan mencuci tangan. Loughborough menggunakan proses yang disebut dengan hidrokarbonisasi termal berkelanjutan. Proses ini membunuh semua patogen untuk menciptakan produk yang aman bagi penggunanya.

Desainnya memungkinkan toilet ini bekerja pada konteks pribadi maupun publik dengan biaya perawatan per bulannya hanya beberapa sen per orang. Proyek perancangan toilet ini diketuai   M Sohail Khan dari Loughborough University dan menempati posisi kedua terbaik pada Gates Foundation Reinvent The Toilet Challenge.

7. The Toronto

Toronto Toilet penuh dengan pasir dan ruang disinfektan ultraviolet untuk memproses limbah urine, serta ruang pembakaran untuk menghanguskan kotoran solid yang telah kering. Toilet ini ramah lingkungan, mudah digunakan, dan dapat memproses limbah sembari memproteksi komunitas dari kontaminasi. Toilet ini juga mudah diperbaiki dan dioperasikan di dalam komunitas terpencil. Sebuah tim dari Universitas Toronto yang diketuai Yu-Ling Chen merupakan otak di balik Toronto Toilet. Mereka mendapat penghargaan sebagai tiga terbaik Gates Foundation Reinvent The Toilet Challenge.

8. The Diversion

Cara kerjanya adalah mengumpulkan urine dan kotoran padat manusia secara terpisah. Kotoran-kotoran yang terkumpul diolah menjadi biogas atau pupuk pada fasilitas daur ulang komunal. Sembari mengumpulkan kotoran, toilet ini juga mendaur ulang air yang telah digunakan. Toilet jongkok modern ini dapat berfungsi tanpa air atau sistem pembuangan. Biaya operasinya cukup murah. Setidaknya, satu orang hanya membutuhkan lima sen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X