Kompas.com - 31/07/2013, 11:32 WIB
Jakarta memimpin pertumbuhan harga hunian mewah sebesar 27,2 persen, di atas kota-kota dunia lainnya. worldpropertychannel.comJakarta memimpin pertumbuhan harga hunian mewah sebesar 27,2 persen, di atas kota-kota dunia lainnya.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com — Jakarta kembali memimpin sebagai kota dengan pertumbuhan harga hunian mewah tertinggi di dunia selama tiga kuartal berturut-turut dalam Global Cities Index yang dikeluarkan Knight Frank. Pada kuartal II 2013, peningkatan harga hunian mewah di Ibu Kota Negara Indonesia ini sebesar 27,2 persen. 

Pencapaian tersebut menempatkan Jakarta unggul di atas kota-kota dunia lainnya seperti Dubai, Shanghai, St Petersburg, dan Tel Aviv. Secara keseluruhan, rerata harga hunian mewah di kota-kota utama dunia yang disurvei mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada kuartal kedua tahun ini. Setelah sempat turun 0,4 persen selama kuartal pertama.

Periset Residensial Internasional, Kate Everett-Allen, mengungkapkan pencapaian indeks pada angka 27 persen ini di atas angka yang dapat dibukukan pada kuartal kedua 2009 pascakrisis keuangan. Hal tersebut sekaligus menandai pertumbuhan ini sebagai yang terkuat selama tiga tahun terakhir.

Setelah Jakarta, peringkat berikutnya adalah Dubai, Shanghai, St Petersburg, dan Tel Aviv. Keempatnya mencatat kinerja lonjakan harga selama setahun terakhir. Sementara 28 kota dunia lainnya yang masuk dalam keranjang penelitian Knight Frank mengalami peningkatan sebesar 5,6 persen hingga Juni 2013.

Bagaimana dengan kota-kota di Eropa? Serupa dengan pencapaian kuartal sebelumnya, tetap menjadi wilayah dengan kinerja terburuk. Roma, Paris, dan Madrid menempati posisi tiga terbawah dalam indeks tersebut. Menyusul penurunan harga residensial sebesar 0,9 persen. Meski demikian, penurunan tersebut tidak sebesar tahun lalu, anjlok hingga 3,4 persen.

Buruknya kinerja tersebut mendorong beberapa negara Eropa memperkenalkan kebijakan "Golden Visa" dan insentif pajak untuk menarik investor asing.

Sebaliknya, beberapa negara Asia justru mengerem laju pertumbuhan harga. Hanya saja, upaya tersebut tidak berdampak signifikan. Bahkan berbagai langkah pengetatan seperti yang dilakukan Singapura dengan melipatgandakan bea materai, tidak berpengaruh pada harga hunian mewahnya yang tetap meningkat 5,5 persen pada kuartal II.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.