"Kota Langit" untuk Anak-anak

Kompas.com - 18/07/2013, 12:31 WIB
Yu Hui, arsitek yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, membuat proyek bengkel kerja (workshop) ini di atas area seluas 100 meter persegi. www.archdaily.comYu Hui, arsitek yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, membuat proyek bengkel kerja (workshop) ini di atas area seluas 100 meter persegi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Arsitek Mu Wei + Sam Cho + Yu Hui baru-baru ini mengerjakan sebuah proyek di Wuhan, China, bagi 39 anak dan orang tua mereka yang tergabung dalam Natur Organic Life. Yu Hui, arsitek yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, membuat proyek bengkel kerja (workshop) ini di atas area seluas 100 meter persegi.

Proyek dinamakan dengan "City In Sky" atau "Kota di Langit" ini merupakan bagian dari program bengkel kerja selama tiga bulan. Anak-anak yang tergabung di dalamnya akan beraktifitas setiap akhir minggu di area tersebut.

Seperti dilansir www.archdaily.com, Yu Hui tidak melihat City In Sky sebagai sebuah bangunan rumah atau gedung semata. City In Sky merupakan sebuah proyek eksperimental. Arsitek dan pekerja yang membangun perimeter ini mencoba mengeksplorasi segala kemungkinan dan batasan dalam arsitektur.

www.archdaily.com Yu Hui tidak melihat City In Sky sebagai sebuah bangunan rumah atau gedung semata. City In Sky merupakan sebuah proyek eksperimental. Arsitek dan pekerja yang membangun perimeter ini mencoba mengeksplorasi segala kemungkinan dan batasan dalam arsitektur.
City In Sky tidak hanya menggunakan bambu sebagai material pembuat rumah-rumah mungil. Bambu-bambu hidup juga menjadi bagian di dalam area tersebut. Keberadaan bambu hidup di dalamnya memungkinkan City In Sky menjadi konstruksi yang dapat tumbuh seiring waktu.

Mengenai hal ini, sang arsitek mengenang masa kecilnya dan membayangkan jika ada kota melayang tersembunyi di balik hutan bambu. Dengan kata lain, kini sang arsitek mencoba menampilkan potensi kemungkinan yang ada dalam arsitektur, sekaligus membawa mimpinya pada kenyataan.

www.archdaily.com Yu Hui tidak melihat City In Sky sebagai sebuah bangunan rumah atau gedung semata. City In Sky merupakan sebuah proyek eksperimental. Arsitek dan pekerja yang membangun perimeter ini mencoba mengeksplorasi segala kemungkinan dan batasan dalam arsitektur.
Selain itu, proyek ini juga mampu menjawab beberapa pertanyaan sederhana, namun menggelitik. Sebagai contohnya, pertanyaan-pertanyaan seputar kemungkinan bambu hidup menjadi bagian dari struktur, kemungkinan anak-anak kecil memiliki kemampuan mendeskripsikan ruang arsitektural dan merealisasikannya.

Selain itu, proyek ini juga mampu melihat kemungkinan membuat bangunan dengan cara "menanam" tanaman, membuat struktur yang cukup ringan namun kokoh dan dapat digunakan oleh anak-anak. Terakhir, proyek ini tentunya dapat melihat hubungan antara arsitektur dan alam.

www.archdaily.com Secara kasat mata, konstruksi City In Sky berada di atas semacam panggung yang terbuat dari bambu. Ada delapan unik struktural penyangga, yang masing-masing memiliki standar tiga meter x tiga meter.
Secara kasat mata, konstruksi City In Sky berada di atas semacam panggung yang terbuat dari bambu. Ada delapan unik struktural penyangga, yang masing-masing memiliki standar tiga meter x tiga meter. Area pondasinya hanya memakan tiga meter persegi, sementara permukaan lantai panggung mencapai 90 meter persegi. Setiap anak dapat mengerjakan rumahnya masing-masing di atas panggung ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X