Kompas.com - 04/07/2013, 11:02 WIB
EditorLatief

Perlambatan pasar ini juga akan mencerminkan penurunan tingkat penjualan di sektor properti dan merupakan siklus alamiah yang terjadi di sektor ekonomi dan properti. Dengan kondisi seperti ini diperkirakan para pengembang harus berpikir dua kali untuk menaikkan harga rumahnya.

Pasar jenuh yang telah terjadi di segmen atas telah membuat pengembang harus mulai merambah ke segmen menengah dengan segmen yang lebih rendah. Peningkatan kelompok segmen menengah di perkotaan yang diperkirakan meningkat 20 persen sampai 30 persen dalam 2 tahun terakhir menjadi pasar sasaran pengembang properti saat ini.

Namun demikian, berbeda dengan segmen atas, di segmen menengah ini pengembang harus ekstra hati-hati menetapkan harga, relatif dibandingkan dengan properti segmen atas.

Lalu, seberapa besar dampak naiknya BBM yang harus diperhitungkan pengembang?

Bukan akibat kenaikan BBM

Meskipun terdapat hubungan antara kenaikan BBM dengan kenaikan biaya produksi perumahan, dalam beberapa kali kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia terlihat kaitan yang tidak kuat antara kenaikan BBM dan harga rumah. Naiknya biaya produksi memang akan menurunkan margin pengembang atau malah pengembang akan menurunkan kualitas rumah yang ada untuk penyeimbang.

Pengembang diyakini tidak akan melakukan strategi untuk menaikan harga rumah dalam jangka waktu dekat. Karena dengan naiknya harga rumah berarti membuat pasar semakin terbatas dan akan berdampak terhadap menurunnya penjualan.

Kenaikan harga rumah diperkirakan cenderung lebih dikarenakan tingginya permintaan pasar dan iklim investasi yang menunjang sehingga naiknya BBM hanya merupakan pertimbangan sekunder untuk menaikkan harga. Karenanya, peningkatan harga properti saat ini tidak serta merta dikarenakan naiknya BBM namun lebih terhadap siklus properti yang masih cukup tinggi.

Memang, meskipun kadang terlihat bersamaan antara kenaikan BBM dan kenaikan harga rumah, sebenarnya keduanya berjalan sendiri-sendiri. Besarnya kenaikan harga tidak bisa dipilah-pilah sebagai akibat dari naiknya BBM atau bukan karena merupakan harga yang terbentuk dari permintaan di pasar.

(Penulis adalah pengamat properti di Indonesia Property Watch) 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.