Harga Lahan Semarang Melonjak Drastis

Kompas.com - 27/06/2013, 21:08 WIB
Pesatnya pembangunan properti mendorong pertumbuhan harga lahan di Semarang melambung drastis. googleapis.comPesatnya pembangunan properti mendorong pertumbuhan harga lahan di Semarang melambung drastis.
|
EditorHilda B Alexander

SEMARANG, KOMPAS.com -
Adalah sebuah konsekuensi logis harga lahan membubung, bila dalam sebuah kawasan terdapat aktifitas pembangunan properti secara masif. Begitupula halnya yang terjadi di Semarang.

Kota utama di Jawa Tengah ini mengalami lonjakan harga lahan secara drastis. Bila pada tahun 2012, lahan di sekitar kawasan Simpang Lima atau pusat kota berada pada kisaran Rp 15 juta hingga Rp 25 juta per meter persegi. Kini mencapai Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per meter persegi.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Ichsan Hidayat mengutarakan fakta bahwa saat ini sulit mendapatkan lahan di pusat kota atau kawasan CBD Semarang. Kalau pun ada, nilainya sudah di luar akal sehat.

"Pertumbuhan harga sangat pesat seiring terjadinya pembangunan properti di setiap sudut kota. Jarang pemilik lahan (landlord) yang mau melepaskan aset lahannya, sementara permintaan begitu kuat," ungkap Ichsan kepada Kompas.com, Kamis (27/6/2013).

Melambungnya harga lahan tak hanya terjadi di sekitar alun-alun kota, bergeser ke ruas Jl Pemuda, nilainya sudah mencapai Rp 22,5 juta hingga Rp 27 juta per meter persegi.

Agak masuk ke dalam, yakni di Jl Seroja, asking price pada 2012 berada pada angka Rp 15 juta per meter persegi. Sementara harga transaksi Rp 10 juta per meter persegi. Namun, tidak semua ruas Jl Seroja berlaku harga yang sama. Besarannya bisa berbeda, tergantung kedekatan dengan fasilitas dan juga luas lahan.

David Tedja, praktisi bisnis Semarang, mengungkapkan pihaknya melakukan transaksi jual atas rumahnya dengan dimensi 300 meter persegi. Harga yang terbukukan senilai Rp 10 juta per meter persegi.

Namun, ternyata, data aktual DPD REI Semarang menunjukkan perubahan angka menjadi Rp 20 juta per meter persegi (asking price) dan Rp 15 juta per meter persegi (dealing price).

Menurut Ichsan, fenomena lonjakan harga lahan tersebut tak lepas dari pertumbuhan realisasi investasi properti di Semarang tahun 2012 yang mencapai lebih dari Rp 3 triliun. Investasi tersebut tersebar dalam tujuh proyek komersial baru. Tentu saja, hal itu mampu mengerek harga jual lahan menjadi tak terkendali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X