Cowell Bangun Hunian dan Komersial

Kompas.com - 25/06/2013, 10:32 WIB
Memasuki semester II 2013, Cowell Development melanjutkan pengembangan residensial La Verde, Serpong. www.cowelldev.comMemasuki semester II 2013, Cowell Development melanjutkan pengembangan residensial La Verde, Serpong.
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekspansi bisnis terus dilakukan emiten properti, PT Cowell Development Tbk (COWL). Memasuki semester II-2013 mereka akan merealisasikan beberapa rencana strategis.

Pertama, melanjutkan pembangunan proyek residensial Borneo Paradiso tahap kedua di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ada dua kluster anyar yang akan mereka kembangkan, yakni   Bluebellwood Hills dan Borneo Mansion dengan total rumah 500 unit. Dana yang dikucurkan senilai Rp 150 miliar.

Sebelumnya, di tahap pertama, Cowell sudah membangun 900 unit rumah dan dua klaster ruko di atas lahan seluas 50 hektar. Borneo Paradiso merupakan perumahan dengan lahan seluas 150 hektar dan menelan dana investasi sebesar Rp 250 miliar. Termasuk sarana infrastruktur dan pembangunan gerbang.

Direktur Pemasaran Cowell, Novi Imelly, mengatakan tahap pertama terserap pasar sekitar 90 persen atau 800 unit rumah. Tingkat penjualan ini mendorong kenaikan harga lahan. Jika pada pengembangan awal masih berkutat pada angka Rp 1,8 juta per meter persegi, kini saat tahap kedua mulai dibangun telah mencapai Rp 3 juta per meter persegi.

Portofolio lainnya yang segera digarap adalah La Verde, berdiri di atas lahan seluas 12 hektar. Residensial ini terdiri atas empat klaster dengan total 399 unit rumah dan 57 unit toko. Cowell membenamkan investasi di sini sebesar Rp 133 miliar.

Sampai akhir Mei, Cowell mampu menjual sebanyak 327 rumah dan ruko dengan total nilai penjualan sebesar Rp 303 miliar. Kini, mereka sedang memasarkan klaster tahap tiga dan empat.

Novi mengklaim, harga tanah La Verde terus menanjak. Bila pada tahun 2012 berada pada level  Rp 4,5 juta-Rp 5 juta per meter persegi, per Mei 2013 lalu sudah mencapai Rp 6 juta sampai Rp 8 juta per meter persegi.

Selain residensial, Cowell juga membenahi superblok yang baru diakuisisi yakni Atrium Plaza. Mereka mengambil alih kepemilikan Atrium Plaza akhir 2012 dari PT Plaza Adika Lestari. Rencananya, Cowell akan menambah sekitar 3.000 kios baru.

Sekretaris Perusahaan Cowell, Darwin F Manurung, mengatakan pihaknya sudah menganggarkan dana Rp 320 miliar untuk renovasi Plaza Atrium. Sekitar 80 persen anggaran berasal dari kas perusahaan. Sisanya dari pinjaman Bank Tabungan Negara (BTN).

Tak hanya itu, pengembang ini juga secara agresif tengah membidik beberapa lahan untuk koleksi landbank-nya. Mereka mengincar lahan seluas 1,5 hektar di Jakarta Selatan dan 13 hektar di Cikarang, Jawa Barat. Untuk aksi ini, Cowell sudah menyiapkan dana sebesar Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar.

"Saat ini masih tahap negosiasi," ucap Darwin yang menargetkan finalisasi transaksi bisa diselesaikan di tahun ini juga.

Tahun ini, Cowell menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar sepuluh persen ketimbang 2012. Tahun lalu, pendapatan Cowell sebesar Rp 311,47 miliar dan laba bersih mencapai Rp 66,69 miliar. (KONTAN/Agustinus Beo Da Costa)

Baca tentang


    Sumber Kontan
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X