Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/06/2013, 11:44 WIB
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Terus melemahnya nilai tukar "pound" terhadap "yuan" sejak pertengahan 2007, kian membangkitkan semangat investor China merambah Inggris. Salah satu konglomerat  terbesar China, Dalian Wanda Group, bahkan mulai mengguritakan bisnisnya di Negeri Monarki ini.

Teranyar, mereka positif  membenamkan dananya senilai 1 miliar pound atau setara dengan Rp 15,2 triliun di London. Pengembang yang sepenuhnya dikendalikan miliarder Wang Jianlin ini akan mengembangkan hunian vertikal tertinggi di Eropa Barat.

Apartemen tersebut menjulang 205 meter (673 kaki). Lokasinya dekat dengan Gedung Parlemen Inggris. Kawasan ini merupakan salah satu klaster berkumpulnya gedung-gedung tinggi yang disebut Nine Elms. Menurut Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), gedung apartemen tertinggi di Eropa Barat saat ini adalah HSB Turning Torso di Malmo, Swedia, setinggi 190 meter.

Wanda juga bakal menghabiskan dana sekitar 700 juta pound (Rp 10,6 triliun) untuk hotel mewah setinggi 62 lantai dan apartemen di atas lahan di South Banks Sungai Thames. Selain itu, mereka telah setuju membayar 320 juta pound (Rp 4,8 triliun) untuk membeli 92 persen Sunseeker International Ltd, pemilik sebuah "yacht" mewah yang dikendarai Daniel Craig dalam film James Bond.

"Pengembang Cina perlu mengembangkan pasar luar negeri sebagai akibat pembatasan ekspansi properti domestik mereka oleh pemerintah setempat. Mereka sangat kaya untuk melakukan itu. Bahkan di Negara Eropa yang telah mapan sekalipun," ujar Zuo Hongying, analis Shanghai AJ Securities Co.

London sendiri telah menjadi surga investasi asing pasca krisis finansial global. Penurunan nilai tukar "pound" sangat menarik investor asal Malaysia dan juga Russia. Mereka bahkan kepincut terhadap pengembangan Battersea Power Station, di mana sekitar setengah dari proyek apartemennya telah dijual di pasar luar negeri. Pengembang China, termasuk China Vanke Co (200002), juga memperluas pangsa pasarnya di sini untuk ikut meraup keuntungan dari tingginya permintaan properti.

"Investasi di London dianggap jauh lebih aman ketimbang Shanghai. Hasil investasi pun sudah pasti lebih tinggi. Pound telah kehilangan sekitar 37 persen terhadap yuan sejak pertengahan Juni 2007," kata Head of Research Jones Lang LaSalle Shanghai, James MacDonald.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Rekomendasi untuk anda
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+