Kompas.com - 20/06/2013, 13:37 WIB
Rumah susun milik (rusunami) yang sudah dibangun di kompleks Rusun Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2013). Perumnas melanjutkan pembangunan rusunami dua tower di komplek tersebut dengan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus, sedangkan 122 unit komersial akan disewakan sebagai cross subsidi pengelolaan rusun.  TRIBUNNEWS/HERUDIN Rumah susun milik (rusunami) yang sudah dibangun di kompleks Rusun Bandar Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2013). Perumnas melanjutkan pembangunan rusunami dua tower di komplek tersebut dengan menyediakan 512 unit hunian yang dijual dengan harga khusus, sedangkan 122 unit komersial akan disewakan sebagai cross subsidi pengelolaan rusun.
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com - Pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) dirasakan cocok untuk menjawab tantangan ketersediaan hunian bagi rakyat kurang mampu sampai yang berpenghasilan menengah di kawasan Jabodetabek. Namun, pemerintah perlu campur tangan dengan subsidi agar harga unit hunian tersebut terjangkau.

Demikian diutarakan oleh Direktur Utama Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) Himawan Arief Sugoto dalam jumpa pers seusai peletakan material akhir atap (topping off) Blok C-D Rusunami Grand Center Point Kota Bekasi, Rabu (19/6/2013). Himawan menyontohkan pembangunan rusunami Grand Center Point pada lahan 1,3 hektar di kawasan amat strategis, Jalan Ahmad Yani, Bekasi, yang dipandang sebagai etalase Kota Bekasi.

Di lokasi tersebut dibangun Blok A-B-C-D dengan harga jual sekitar Rp 190 juta per unit tipe studio. Sementara tipe dua kamar seharga Rp 230 juta per unit. 

"Kalau dibangun oleh pengembang biasa, harga jualnya jelas berkali-kali lipat untuk kawasan yang premium seperti ini," katanya.

Di lokasi itu dibangun Blok A-B terdiri atas 870 hunian dan 102 kios yang sudah terjual semua. Saat ini, pembangunan Blok C-D terdiri atas 972 unit, 164 kios, dan 40 sentra makanan sudah mencapai 70 persen. Sebanyak 448 hunian Blok C sudah terjual, sementara yang sudah terjual di di Blok D mencapai 362 hunian dari 504 hunian atau 72 persen.

Empat blok rusunami itu mampu menampung 5.600 orang dengan asumsi per unit untuk 3 orang. Jika dibangun perumahan horizontal, paling banyak bisa untuk 200 rumah tipe sederhana, dengan asumsi sama cuma mampu menampung 600 orang.  

Himawan mengatakan, serah terima uni di Blok C-D ditargetkan pada Desember 2013 nanti. Kedua blok itu termasuk dalam 25 blok yang dibangun oleh Perumnas sejak berkomitmen dalam program pembangunan 1.000 menara rusunami pada 2007.

Perumnas berkomitmen membangun 200 blok di Jabodetabek. Tahun ini, Perumnas sedang membangun 5 blok di Sentra Timur, Jakarta Timur, yang pembangunan 3 blok di antaranya diklaim sudah 70 persen, 12 blok di Cengkareng, Jakarta Barat, dan berupaya memulai membangun 2 blok di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Perumnas juga sedang menawarkan pembangunan kembali rusunami Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Klender yang kondisinya sudah kurang terawat. Dari rusunami empat lantai tanpa lift, penghuni ditawarkan agar kompleks itu dibangun kembali lebih tinggi dan berfasilitas lebih lengkap.

"Kami juga terlibat dalam program kampung deret yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta," kata Himawan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.