Tetap Nyaman di Apartemen 30 Meter Persegi

Kompas.com - 18/06/2013, 15:49 WIB
Hunian tersebut merupakan sebuah unit apartemen berjenis studio dalam gedung yang dibangun pada abad ke-19. Perusahaan Arsitektur 3XA menginisasi proyek tersebut dan sempat memenangkan kategori www.archdaily.comHunian tersebut merupakan sebuah unit apartemen berjenis studio dalam gedung yang dibangun pada abad ke-19. Perusahaan Arsitektur 3XA menginisasi proyek tersebut dan sempat memenangkan kategori "Interior dan Desain" dalam festival arsitektur, DOFA'12.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Siapa bilang hunian di bawah 30 meter persegi identik dengan hunian murah, bahkan kumuh? Satu hunian di kawasan Wroclaw, Polandia, ini terbukti jauh dari kesan kumuh. Perabotan minimalis, penggunaan warna putih, serta ketersediaan cahaya matahari mampu membuat pemiliknya hidup dengan kualitas baik.

www.archdaily.com Hunian tersebut merupakan sebuah unit apartemen berjenis studio dalam gedung yang dibangun pada abad ke-19. Perusahaan Arsitektur 3XA menginisasi proyek tersebut dan sempat memenangkan kategori

Hunian tersebut merupakan sebuah unit apartemen berjenis studio dalam gedung yang dibangun pada abad ke-19. Perusahaan Arsitektur 3XA menginisasi proyek tersebut dan sempat memenangkan kategori " Interior dan Desain" dalam festival arsitektur, DOFA'12.

Secara keseluruhan, desain 3XA pada apartemen ini sangat sederhana dan sangat berkonsentrasi pada pemanfaatan ruang terbatas. Karena hanya berukuran 29 m2, maka ruang terbatas tersebut harus memiliki prioritas tertentu. 3XA "melepaskan" ruang-ruang yang tidak diperlukan, serta memanfaatkan ruang-ruang yang tersedia untuk kebutuhan yang lebih utama. Perusahaan ini juga memanfaatkan ruang-ruang tidak terpakai pada lokasi unik.

www.archdaily.com Meski berukuran mungil, apartemen ini memiliki ketinggian yang cukup, yaitu 3,7 meter. Namun, ketinggian tersebut belum cukup untuk membagi apartemen ini menjadi dua lantai yang seimbang.

Meski berukuran mungil, apartemen ini memiliki ketinggian yang cukup, yaitu 3,7 meter. Namun, ketinggian tersebut belum cukup untuk membagi apartemen ini menjadi dua lantai yang seimbang. Karena itu, 3XA tidak dapat membuat konsep loft. Padahal, membagi dua ketinggian apartemen dapat menjadi jawaban untuk apartemen berukuran mungil. Sementara solusi lainnya adalah tetap membagi beberapa area apartemen tersebut menjadi dua level, hanya saja, level selanjutnya hanya dipakai untuk kebutuhan tertentu dan tidak menutupi seluruh apartemen.

www.archdaily.com Hunian tersebut merupakan sebuah unit apartemen berjenis studio dalam gedung yang dibangun pada abad ke-19. Perusahaan Arsitektur 3XA menginisasi proyek tersebut dan sempat memenangkan kategori

3XA dengan cermat menggunakan area di atas pintu masuk dan kamar mandi setinggi 2,20 meter. Dari ketinggian apartemen setinggi 3,70 meter, setinggi 2,20 meter dipakai untuk pintu masuk, sehingga tersisa 1,50 meter.

Area dengan ketinggian 1,59 meter dan luas 6,45 m2 tersebut dimanfaatkan sebagai "kamar tidur". Untuk mencapai "kamar tidur" tersebut, pemilik apartemen dapat menggunakan tangga yang berfungsi ganda sebagai rak buku.

Anda terinspirasi?

Sumber: www.archdaily.com



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X