Kompas.com - 09/06/2013, 10:37 WIB
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Jakarta tampaknya harus belajar kepada Pemerintah Perancis. Sama-sama defisit lahan kosong, namun mereka mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakatnya yang berpenghasilan rendah dan miskin dengan menyediakan semacam rusun pantas huni. Dirancang sedemikian rupa oleh arsitek beken Perancis, sehingga rusun ini lebih manusiawi, tampak seperti apartemen-apartemen menengah umumnya di Jakarta.

Rusun tersebut dinamai logement social dan secara umum disebut dengan Habitations à loyer modéré (HLM) ini merupakan program pemerintah Perancis dalam melayani warganya. HLM dibangun secara vertikal, menyiasati keterbatasan lahan. Dan salah satu yang terbaru merupakan bangunan karya Frédéric Schlachet Architecte yang diselesaikan pada musim gugur 2011 lalu. Menurut situs resmi Frédéric Schlachet Architecte, bangunan baru ini seluas 1.300 meter persegi. Archdaily.com bahkan menyebutkan luas bangunan tersebut seukuran 1.600 meter persegi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski bernuansa sederhana, tampaknya hunian ini lebih mementingkan fungsi ketimbang ornamen. Proyek pembuatan hunian massal tersebut sudah menggunakan konsep mixed-use. Tidak hanya digunakan sebagai hunian, gedung ini juga memiliki ruang khusus untuk kegiatan komersial. Bangunan ini terdiri atas sebelas apartemen di lantai atas, dan dua ruang komersial pada lantai dasar. HLM ini juga punya konektivitas atau akses langsung ke pusat kota.

Apartemen-apartemen di dalamnya diatur sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Seperti ruang dupleks yang tersedia di lantai tiga dan empat tanpa perlu mengubah rancangan interior bangunan. Apartemen kaku ini memiliki banyak teras menghadap dua halaman yang dapat dimanfaatkan sebagai "ruang bernapas". Tanpa adanya halaman tersebut, kompleks hunian ini akan sangat padat.

Ada satu keuntungan lain yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik apartemen. Luas lantai di tingkat atas lebih besar ketimbang lantai dasar. Bagian yang "menggantung" di atas jalan raya ini membuat penghuni bisa memiliki ruang terbuka di rumahnya. Beton ekspos yang tampak halus dan berwarna keabu-abuan juga tampak cantik dengan keadaan sekeliling. Meski kaku, bangunan ini juga tampak kokoh dan layak dijadikan hunian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.