Sepuluh Firma Arsitek Indonesia Cetak Rp 22,5 Triliun

Kompas.com - 06/06/2013, 15:59 WIB
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain memilih pengembang teraktif, BCI Asia juga memberikan penghargaan BCI Asia Top 10 Awards 2013 kepada 10 firma arsitek Indonesia. Mereka dipilih karena memenuhi kriteria dalam agregat nilai proyek dan rating sertifikat hijau.

Berbeda dengan kategori pengembang, untuk firma arsitek hampir seluruhnya memenuhi dua kriteria penilaian, yaitu nilai proyek dan rating sertifikasi hijau.

Menurut Chairman BCI Asia, Matthias Krups, penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki komitmen untuk membentuk lingkungan binaan di masa depan dan memungkinkan pasar untuk lebih memahami peran penting mereka sebagai pengembang dan dampak proyek yang dikembangkan baik secara sosial maupun lingkungan.

Selama 2012, portofolio ke-10 firma arsitektur tersebut mencapai nilai 2,3 miliar dollar AS (Rp 22,5 triliun). Turun signifikan dari tahun kalender 2011 yang mencapai 4,5 miliar dollar AS (nyaris Rp 44 triliun). Kontribusi terbesar berasal dari proyek komersial. Airmas Asri contohnya. Pelanggan penghargaan BCI Asia ini mendapatkan proyek Admiralty Apartment  (The Aspen Residence) di Jakarta, Bec Extention di Bandung, dan Eaton Luxe Nirwana Bali yang merupakan hotel bintang lima di Bali.

Selain Airmas Asri, terdapat delapan lainnya sebagai "juara" bertahan. Mereka adalah Denton Corker Marshall (Duta Cermat Mandiri) untuk proyek Pullman Dago Resort (Bandung), Kempinski Resort and Spa Nusa Dua (Bali), dan kondotel Mercure Legian (Bali). Disusul kemudian oleh Anggara Architeam dengan portofolio Sherwood Residence (Kelapa Gading), Perkantoran Gudang Garam (Jakarta), dan GOR PB Djarum.

Selanjutnya Arkonin dengan Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center (Jakarta), Bank Central Asia-Data Center (Surabaya), dan La Grande Merdeka Condotel. Indomegah Cipta Bangun Citra yang mengerjakan hotel bintang tiga di Cirebon, SKG Retail di Kelapa Gading, dan Sinpasa Modern Market di Bekasi. Berikutnya Megatika International dengan beberapa proyek komersial hotel berjaringan internasional seperti Holiday Inn Express.

Menyusul PDW Architects dengan Konimext Natpro 5 Factory di Solo, All Fresh Co di Bandung, dan All Season Hotel. Sementara Prada Tata International (PTI) menggarap Holiday Inn Express Semarang, Medan Center Point, dan Sudirman Suites. Tetra Design melejit dengan Aston Paramount Magelang Hotel and Conference, Bank Central Asia Cibubur, dan Family Pik Hospital. Terakhir Urbane Indonesia yang membesut ATMI Cikarang, The Essence Hotel & Apartment Jakarta, dan Bank Saudara Bandung

Satu-satunya firma arsitek yang keluar dari daftar teraktif adalah Perentjana Djaja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X