Kompas.com - 12/04/2013, 10:44 WIB
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com – Investasi asing, khususnya Jepang, memang telah lama masuk pasar properti Indonesia, yakni sejak 1973. Mereka merambah segala sektor, mulai dari perumahan, kawasan industri, perkantoran, hingga pusat belanja. Teranyar, AEON Co. Ltd yang membenamkan modal senilai 150 juta dollar AS-200 juta dollar AS atau setara Rp 1,45 triliun-Rp 1,9 triliun. Perusahaan ritel ini membangun sub urban mall di BSD City.

Leads Property Indonesia mencatat porsi investasi Jepang cukup besar dari jumlah total investasi asing selama 2010-2012 yang senilai 1,6 miliar dollar AS atau Rp 15, 473 triliun. Indonesia, khususnya Jakarta, memang menjadi incaran utama investor Jepang. Pertumbuhan pasar propertinya sekitar 10 persen-30 persen per tahun.

CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono menjelaskan, investasi Jepang sejak beberapa tahun terakhir masih didominasi oleh mereka yang sebenarnya sudah aktif di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Tokyu Land, bersama dengan Jakarta Setiabudi International membangun Setiabudi Skygarden. Jumlah apartemen yang ditawarkan sebanyak 586 unit yang terangkum dalam 3 menara.

Rekam jejak para investor Negeri Sakura ini sejatinya sebanyak jumlah properti yang terbangun selama tiga dekade terakhir. Nama-nama perusahaan kakap macam Mitsui Corporation, JAL Hotels Corporation, Tokyu Land, Sumitomo, Kyoei Corporation, dan Shimizu Corporation termasuk generasi pertama yang jeli menangkap peluang menjanjikan yang ditawarkan industri properti Nasional.

Menyusul kemudian Marubeni, Kajima, Sojitz, Itochu sebagai generasi berikutnya. Menariknya, perusahaan-perusahaan ini tak hanya berbisnis inti sebagai developer juga kontraktor.

Proyek-proyek yang mereka bangun mewujud menjadi properti-properti yang berpengaruh. Bahkan beberapa di antaranya berkontribusi positif dan mendorong pertumbuhan perekonomian Nasional, seperti kawasan industri. Jenis properti ini ditempati oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang membangun pabrik sekaligus berproduksi di sini. Sebagian besar bergerak di bidang industri otomotif, makanan, kimia, material bangunan dan lain sebagainya yang menyerap banyak tenaga kerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.