Kompas.com - 09/01/2013, 14:06 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif tenaga listrik sebesar 15 persen sepanjang 2013 sudah menuai berbagai penolakan. Beberapa pihak mengkhawatirkan kebijakan yang akan berpengaruh pada pengguna listrik di atas 1.300 VA tersebut juga akan memengaruhi harga beragam kebutuhan pokok, termasuk perumahan.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo dan Ketua DPD Apersi Kalimantan Selatan H Hasyim KA. Keduanya tidak menampik adanya kenaikan harga rumah tahun ini.

"Kenaikan tarif tenaga listrik kemungkinan akan menaikkan harga komponen bahan baku perumahan. Harga rumah bisa naik hingga 7 persen," ujar Eddy di Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Hal senada juga disampaikan Hasyim. Menurut dia, kenaikan harga rumah akan mencapai 7 persen. Meskipun akan berpengaruh terhadap harga komponen bahan baku perumahan, ia sepakat agar penundaan pembelian rumah tidak boleh sampai terjadi meski ada kenaikan tarif tenaga listrik.

"Kami punya trik tersendiri, yaitu dengan mengurangi profit," tutur Hasyim, yang pada Selasa (9/1/2013) resmi menjadi Ketua DPD Apersi Kalimantan Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.