Arsitektur Futuristik di Terminal Udara yang Bangkrut

Kompas.com - 10/10/2012, 18:05 WIB
EditorLatief

NEW YORK, KOMPAS.com Terminal Trans World Airlines (TWA) di Bandara Internasional JFK, New York, kini dibuka lagi untuk pengunjung. Setelah 11 tahun tidak beroperasi, Terminal TWA kini menjadi tempat bagi para pelancong yang sudah lelah dengan ruang tunggu dan boarding gate Bandara JFK.

Lewat arsitektur bergaya futuristik, siapa pun yang mengunjungi terminal ini akan ikut merasakan masa jaya perjalanan udara di era 1960 dan 1970-an. Pusat penerbangan yang didesain oleh arsitek Eero Saarinen, desainer berdarah Amerika-Finlandia, ini dikenal sangat menyukai kurva. Kecintaannya terhadap kurva tampak dari interior Terminal TWA.

Terminal TWA dibuka pada 1962. Ketika diresmikan, Bandara Internasional JFK masih bernama Idlewild Airport.

Pada 1963, bandara JFK berganti nama dengan menggunakan nama John F Kennedy, presiden ke-35 Amerika Serikat. Saat ini, gedung bertema futuristik yang khusus dibangun untuk TWA itu telah menjadi landmark historis. Ia telah melewati renovasi senilai 20 juta dollar AS.

Bentuk TWA didesain untuk menyimbolkan sayap burung yang tengah terbang. Hal ini dimaksudkan sebagai simbol visi dari maskapai penerbangan. Moto mereka adalah "mendapatkan spirit penerbangan".

Arsitek perancang bangunan ini, Saarinen, pernah memberikan pernyataannya mengenai desain karyanya. Selain Terminal TWA, Saarinen juga mendesain terminal utama Bandara Udara Internasional Dulles di Virginia, Kantor Pusat CBS di New York, dan Teater Vivian Beaumont di Lincoln Center, New York. 

"Kami ingin agar para penumpang yang melewati bangunan ini mengalami sebuah lingkungan yang didesain secara penuh. Masing-masing bagian terinspirasi dari bagian lainnya. Semua ini berada di dunia formal yang sama," ujar Saarinen mengenai filosofi di belakang desainnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konstruksi bangunan ini dipersiapkan selama 6 tahun, mulai 1956 sampai 1962. Gedung ini disebut-sebut sebagai salah satu mahakarya arsitektur.

Sementara itu, penutupan Terminal TWA dimulai dari melemahnya kemampuan finansial TWA di tahun 1990-an. Saat itu, Terminal TWA di JFK juga semakin ditinggal oleh pengunjung. Sampai akhirnya, TWA berhenti beroperasi pada 2001. Maskapai penerbangannya dinyatakan bangkrut dan dibeli oleh American Airlines. Setelahnya, Terminal TWA ditutup untuk umum. Rencananya, di masa mendatang bangunan ini akan dijadikan hotel butik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X