Si Peramu Balsem yang Sukses Berbisnis Antibocor

Kompas.com - 13/09/2011, 15:59 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Keahlian mencampur bahan-bahan kimia yang dipelajari sejak kecil membuat Herman Moeliana sukses menciptakan produk inovatif Aquaproof. Produk cat antibocor ini menjadikannya berhasil membangun perusahaan manufaktur kimia sendiri.

Menuntaskan rasa penasaran bisa menjadi langkah awal ke tangga sukses. Tidak percaya? Herman Moeliana membuktikannya.

Berawal dari kebutuhan, ia sukses menciptakan produk cat antibocor merek Aquaproof. Meski saat ini banyak produk serupa, merek Aquaproof tetap tertancap di benak konsumen.

Pria berumur 66 tahun lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini membuat cat antibocor untuk menuntaskan rasa penasaran saat membetulkan atap rumahnya di kawasan Roxy, Jakarta Barat, yang bocor. Herman sengaja tidak memanggil tukang atau mengganti atap lama itu dengan atap baru. Ia berusaha mengatasi masalah dengan berinovasi menggunakan beberapa bahan kimia.

Langkah kecil itulah yang menjadi awal kesuksesan Herman. Kini, dengan bendera PT Inter Aneka Kimia Lestari, Herman memiliki pabrik manufaktur kimia seluas 600 hektare di Tangerang dengan kapasitas produksi 100 ton sebulan.

"Awalnya, Aquaproof hanya diproduksi 100 kilogram (kg) sebulan. Kini, produksi mencapai 2.000 ton setahun," katanya.

Sayang, penggemar golf ini enggan mengungkap labanya. Jika ditelusuri sejarahnya, ternyata, Herman memang telah mengenal beberapa bahan kimia sejak kecil. Pada umur delapan tahun, Herman cilik sudah bisa meramu bahan kimia menjadi aneka produk, seperti balsem dan minyak rambut. Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, tahun 1945 ini memang telah membantu usaha ayahnya sejak kecil.

"Orang tua punya toko kebutuhan rumah tangga, dari balsem hingga bahan kue," katanya.

Sang ayah, yang cuma lulusan SD, mengajarinya meramu bahan-bahan yang kebanyakan adalah ekstrak tumbuh-tumbuhan. Karena menyukai pekerjaan itu, Herman jadi jatuh cinta kepada bahan kimia. Ia bertekad belajar bidang ini dengan kuliah di jurusan Teknik Kimia ITB meskipun sebetulnya sang ayah sempat melarang.

"Ayah menyuruh saya bekerja di toko saja lantaran tidak mampu membekali saya kuliah," katanya.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.