Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Utama Gondokusumo: Properti Itu Pekerjaan Lapangan

Kompas.com, 31 Agustus 2010, 21:30 WIB

Intiland makin agresif. Proyek baru apa yang dikembangkan? Untuk sementara, setelah rights issue, kami membeli tiga tanah yang relatif luas di kawasan TB Simatupang, lalu di belakang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan di Maja, Lebak, Banten.

Kenapa kami mengakusisi tanah-tanah itu karena kami melihat potensi yang besar di sana. Kami pilih TB Simatupang karena kawasan itu akan menjadi next CBD mengingat banyak oil and gas company berkantor pusat di sini. Di kawasan dekat Bandara, posisinya sudah jelas dekat dengan airport, dan kami buat bisnis yang terintegrasi dengan bandara.

Di kawasan TB Simatupang, kami akan membangun mix-use development di lahan seluas 7 hektar, yang terdiri dari office, apartemen, sedikit ritel. Kami tetap menggunakan arsitek Tom Wright, yang mendesain Regatta. Kami senang dengan desain Tom. Kami harap karya arsitek Tom menjadi sesuatu yang berbeda. Tom inginkan proyek ini ramah lingkungan.

Bangunan ramah lingkungan seperti apa yang dikembangkan Intiland bersama Tom Wright? Tom mendesain dengan melihat dari jalannya matahari, panasnya di mana dan sebagainya. Sepanjang tahun ada dua kali matahari jalan, setelah itu Tom melihat dari posisi-posisi bangunan, yang kena shading otomatis lebih teduh.

Tom juga melihat dari fasad bangunan. Dia tak ingin semua bangunan dilapisi kaca, karena dengan dinding kaca, akan terasa sangat panas. Tom juga menginginkan di lahan seluas 7 ha itu, orang dari satu gedung ke gedung lainnya bisa berjalan kaki dan naik sepeda. Lahan itu juga KDB-nya rendah,sehingga akan banyak taman di sana.

Tom juga memperhitungkan penghematan listrik dan air. Misalnya jika turun hujan, airnyas bisa ditampung dan didaur ulang untuk kepentingan lainnya. Saat ini proyek di TB Simatupang masih dalam tahap desain. Kami targetkan pada kuartal I atau kuartal II tahun 2011, proyek mix-used development ini mulai dibangun, dan akan rampung antara tahun 2013-2014. Pangsa pasarnya kombinasi antyara ekspat dan orang Indonesia.

Gambaran proyek di belakang Bandara di Tangerang dan proyek Maja? Proyek di belakang Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini masih dalam tahap desain. Posisinya lebih ke arah utara Bandara, sebelum Teluknaga. Lahannya sekitar 350 hektar, dan direncanakan sampai 500 ha. Kami membangun perumahan dengan pangsa pasar dari middle-low ke middle-high. Kami juga akan membanguh ke business park di sana. Proyek ini akan dimulai tahun 2011.

Sedangkan proyek kami di Maja, Lebak, Banten seluas 1.092 hektar. Di kawasan Maja terdapat 11.000 hektar milik beberapa pengembang. Lahan ini belum dikembangkan dalam dua tahun ke dapan. Kami melihat, bagaimana kami bisa memposisikan lahan ini supaya bisa terintegrasi dengan rencana induk pemerintah setempat.

Sebelum bergabung dengan Intiland, apa yang Anda kerjakan? Setelah lulus dari Fakultas Teknik Sipil dari Purdue University di Indiana, Amerika Serikat tahun 2000, saya diterima di salah satu kontraktor di AS. Proyek pertama saya sebagai project engineer, membangun head office perusahaan bio-tech. Setelah itu saya pindah ke perusahaan highway consultant company. Saya bekerja di Amerika Serikat kira-kira 3,5 tahun, sampai tahun 2003.

Sebagai kontraktor, saya terllibat dalam soal desain, dan banyak berhubungan dengan petugas tata kota setempat membahas desain jalan tol di sana. Kemudian saya pindah ke Kanada. Awalnya saya buka usaha kecil-kecilan dalam bisnis properti. Saya beli tanah di Toronto, tapi tidak terlalu luas, lalu saya bangun rumah. Saya beli rumah tua, lalu saya rubuhkan dan membangun kembali sebagai rumah yang modern.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau