Perselisihan Penghuni dan Pengelola Kalibata City Belum Capai Titik Temu

Kompas.com - 07/03/2015, 12:17 WIB
Penghuni Kalibata City merasa khawatir akan keamanan di Kalibata City. Apalagi dengan berbagai kejadian yang dewasa ini terjadi, salah satunya kasus terbunuhnya wanita bernama Holly Angela di lantai 9 Tower Ebony, Kalibata City, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPenghuni Kalibata City merasa khawatir akan keamanan di Kalibata City. Apalagi dengan berbagai kejadian yang dewasa ini terjadi, salah satunya kasus terbunuhnya wanita bernama Holly Angela di lantai 9 Tower Ebony, Kalibata City, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2013).
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Perselisihan antara pemilik/penghuni dengan pengelola apartemen Kalibata City terus berlanjut. Perselisihan yang dipicu kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) dan kinerja Badan Pengelola Sementara (BPS) tersebut belum mencapai titik temu.

Upaya pengembang membentuk Panitia Musyawarah Apartemen Kalibata City (Panmus AKC) untuk mempersiapkan terbentuknya Perhimpunan Penghuni dan Pengelola Satuan Rusah Susun (P3SRS), yang dilantik pada Jumat (6/3/2015), ditolak para penghuni/pemilik karena dipandang tidak transparan dan melibatkan penghuni.

Seorang penghuni, Fifi Soraya, mengatakan, pelantikan dilakukan pada pukul 17.00 WIB. Saat itu, mayoritas penghuni masih berada di kantor dan bahkan luar kota. Pengembang dianggap tidak melibatkan penghuni yang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi P3SRS.

"Yang aneh, kami selama ini aktif menyosialisasikan dan mengedukasi warga tentang apa itu P3SRS justru tidak pernah diajak berunding, bahkan tidak diundang dalam acara tersebut," kata Fifi Jumat malam.

Menurut Fifi, pengembang menunjuk Rusli Usman, mantan General Manager Badan Pengelola Kalibata City sebagai ketua. Warga menganggap, Rusli pernah menaikkan tarif iuran pengelolaan lingkungan (IPL) seenaknya. 

Fifi mengatakan, pengembang juga melarang para penghuni menghadiri pelantikan yang berlangsung di Balai Warga Kemuning. Di sekitar lokasi, ada aparat berpakaian dinas kepolisian, militer, dan sipil.  Baca: Penghuni Apartemen Kalibata City Tolak Panmus PPRS Bentukan Pengembang.

Kerja marathon

General Manager Kalibata City, Evan T Walad, membantah tudingan P3SRS telah dibentuk secara sepihak. Menurutnya, yang dibentuk dan dilantik pada hari Jumat itu bukan P3SRS melainkan Panmus AKC. Panmus ini bertugas mempersiapkan pemilihan P3SRS di lingkungan apartemen Kalibata City.

"Dengan terbentuknya Panmus AKC ini tak lama lagi apartemen Kalibata City akan memiliki pengurus P3SRS resmi yang merupakan perwakilan arga," jelas Evan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2015).

Dia melanjutkan, sebagai perwakilan pengembang, pihaknya akan mendukung penuh pembentukan P3SRS ini. Pasalnya, sesuai UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun, pengembang memang memiliki kewajiban untuk memfasilitasi terbentuknya P3SRS di lingkungan apartemen yang dibangunnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X