Kompas.com - 12/06/2014, 13:03 WIB
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki hunian di kawasan-kawasan yang sedang tumbuh berkembang dan menjadi incaran investor merupakan impian yang tidak mudah diwujudkan. Terlebih harga hunian yang ditawarkan sudah mencapai miliaran rupiah.

Kawasan-kawasan yang menjadi incaran tersebut di antaranya Bintaro, Serpong, Simatupang, dan kawasan pinggiran lainnya. Untuk itulah, ketika  Sinarmas Land Group melansir apartemen dengan harga bersahabat, yaitu di bawah Rp 500 juta, segmen pasar yang sebelumnya pesimistis justru menyambutnya antusias. Apartemen perdana mereka di BSD City bertajuk Saveria.

Hanya, memang tidak semua pembeli apartemen dengan jumlah total 649 unit itu merupakan pengguna akhir (end user). Banyak juga investor yang sebelumnya sudah memiliki aset di BSD City.

Maria Rugaya, misalnya. Ibu dua putra ini membeli unit tipe studio 24 meter persegi seharga Rp306 juta secara kontan bertahap 24 kali. Sebelumnya, perempuan tersebut memiliki rumah di sektor 1.4 Griya Loka.

Melalui skema nomor urut pemesanan atau yang dia sebut dengan istilah "kocokan", Maria akhirnya bisa menambah portofolio asetnya. Dia membeli apartemen untuk digunakan oleh anaknya yang sudah beranjak remaja. Lebih dari itu, dia juga tak menampik terbukanya kesempatan menyewakan kembali apartemen miliknya kepada orang lain.

"Apalagi di sekitar Saveria banyak berdiri kampus-kampus. Belum disewakan saja harga apartemen saya sudah mencapai Rp 375 juta, bagaimana kalau sudah dibuka dan disewakan?" ujar Maria kepada Kompas.com, saat seremoni tutup atap Saveria, Kamis (12/6/2014).

Sangat "murah"

Saat ini, pasar apartemen sewa di BSD City sudah mulai hidup. Terbukti dormitori Kubika Homy yang dikembangkan PT Hutama Karya Realtindo juga mencatat tingkat hunian 80 persen.

Untuk ukuran Serpong, khususnya BSD City, memiliki hunian dengan harga di bawah Rp 500 juta hampir mustahil. Pasalnya, harga rumah klaster terbaru yang dilansir Sinarmas Land berada pada angka Rp 2 miliar hingga Rp 8 miliar per unit. Sementara itu, harga lahan sudah mencapai Rp 10 juta hingga Rp 14 juta per meter persegi.

Saveria, yang dirilis pada November 2012 silam itu, pun kemudian dianggap sangat murah. Betapa tidak. Harga perdananya dipatok sekitar Rp 236 juta per unit atau Rp 10 juta-Rp 11 juta per meter persegi. Padahal, saat ini harganya sudah mencapai Rp 13 juta hingga Rp 14 juta per meter persegi.

Menurut Managing Director Corporate Strategy and Service Sinarmas Land, Ishak Chandra, seluruh unit apartemen Saveria terjual habis dalam waktu satu hari. Kompas.com lalu mengonfirmasi hal itu kepada Maria. Menurut Maria, skema kocokan untuk memilih unit yang diinginkan terjadi hanya tiga kali dalam satu hari.

"Terlambat beberapa jam saja dalam salah satu kocokan, kita tidak akan kebagian. Sebelumnya kami diberi kupon yang kemudian dikocok (diundi) oleh pengembang," jelas Maria.

Ishak menuturkan, komposisi pembeli pengguna akhir dan investor hingga saat ini 50:50. Dia menjanjikan, apartemen ini bisa difungsikan pada April 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.