DPR: Harga Rumah Naik adalah Konsekuensi Logis

Kompas.com - 12/03/2012, 11:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana kenaikan harga rumah dinilai sebagai sebuah konsekuensi logis jika kenaikan harga bahan bakar minyak terjadi. Hal itu terutama jika kenaikan tersebut berpengaruh pada biaya konstruksi, termasuk untuk material pembangunan rumah.

Demikian diungkapkan anggota Komisi V DPR, Hetifah Sjaifudian, menanggapi rencana Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang memastikan kenaikan harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012.

"Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ada subsidi tambahan untuk pembangunan rumah murah sebagai pengalihan hasil pengurangan subsidi BBM? Seharusnya sebelum pemerintah berinisiatif menaikkan harga rumah, Menteri (Menteri Perumahan Rakyat) harus meyakinkan Departemen Keuangan untuk menambah alokasi subsidi untuk rumah karena perumahan rakyat adalah sektor yang vital," ujar Hetifah kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (12/3/2012).

Hetifah menambahkan, polemik ini bertambah pelik setelah Menteri Perumahan Rakyat ingin menerapkan batas standar rumah minimal tipe 36 dengan menurunkan harga rumah tipe tersebut.

"Kalau pemerintah akan menaikkan harga rumah, jelaslah korbannya adalah konsumen, yaitu masyarakat," ujarnya.

Seperti diberitakan, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz memastikan kenaikan harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seiring kenaikan harga BBM pada April 2012.

"Untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM, kami pasti menyesuaikan dengan harga pasar," katanya sebelum membuka Rapat Konsultasi Regional III Kementerian Perumahan Rakyat di Denpasar, Rabu (7/3/2012) malam.

Kenaikan harga rumah MBR yang sebelumnya dipatok Rp 70 juta per unit tidak bisa dihindari karena harga bahan bangunan dan komponen lainnya pasti mengikuti kenaikan harga BBM. Namun, Menpera mengaku tidak bisa memperkirakan besaran kenaikan harga rumah MBR tersebut.

"Besaran kenaikan BBM saja kami belum tahu. Perhitungan kenaikan masih terus berjalan. Kami tidak bisa menjawab sebelum tahu persis kenaikan harga BBM," katanya saat didesak wartawan mengenai persentase kenaikan harga rumah MBR.



EditorLatief

Close Ads X