Salin Artikel

Waskita Garap 5 Gedung dan Fasilitas Penunjang Pura Agung Besakih

Kali ini, Waskita dipercaya mengerjakan 5 bagian konstruksi yang menghabiskan dana sebesar Rp 201 miliar. Pembangunan akan berlangsung selama 510 hari kalender.

President Director PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono dalam rilis yang diterima Kompas.com menjelaskan, bagian Pura Besakih yang dikerjakan perusahaan adalah penataan pelataran Manik Mas di Kawasan Suci Besakih.

Kemudian pembangunan gedung parkir sepeda motor dan Wiyata Mandala di Kawasan Suci Besakih, dan prasarana penunjang Bencingah di Kawasan Suci Besakih.

Selanjutnya pembangunan fasilitas penunjang Kawasan Suci Besakih, Pedestrian dan Taman Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pekerjaan infrastruktur di sekitar Pura Titi Gonggang di Kawasan Suci Besakih, dan pembangunan kantor desa, Bumdes dan Wantilan di Kedundung Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem.

“Diharapkan dengan penataan Kembali Pura Besakih bisa membuat umat Hindu yang beribadah lebih nyaman dan banyak wisatawan yang semakin banyak hadir atau datang ke Pura Besakih,” tegas Destiawan.

Pura Besakih dikenal juga sebagai tempat persembahyangan umat Hindu yang berlokasi di Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali.

Pura Besakih terletak kurang lebih 52 kilometer dari kota Denpasar dan ditempuh melalui jalur darat selama 1,5 jam.

Kawasan ini memiliki pura pusat yang disebut Pura Penataran Agung Besakih dengan dikelilingi 18 (delapan belas) pura pendamping.

Sementara itu, Senior Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Anak Agung Gede Sumadi menuturkan, pada proyek ini, Waskita bersinergi dengan kontraktor lokal yaitu PT Tunas Jaya Sanur.

“Kami optimistis pembangunan bisa selesai tepat waktu. Selain itu, semoga infrastruktur yang ada di Kawasan Pura Besakih bisa bermanfaat,” tandas Agung.

Meski proses pengerjaan sudah dimulai sejak bulan Juli lalu namun groundbreaking baru dilaksanakan Rabu (18/8/2021) pagi.

Dalam acara acara groundbreaking tersebut, Destiawan selaku direktur turut hadir di lokasi dengan mengenakan pakaian adat Bali.

Acara dimulai dengan upacara adat serta pembacaan doa oleh pemuka agama Hindu kemudian peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono serta Gubernur Bali I Wayan Koster.

Setelah itu Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meresmikan acara groundbreaking yang ditandai penekanan tombol secara virtual dari Jakarta.

https://properti.kompas.com/read/2021/08/21/140000021/waskita-garap-5-gedung-dan-fasilitas-penunjang-pura-agung-besakih

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.