Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konsep Neo-Vernakular Rumah Adat Lampung, Sarat Ornamentasi

Tahun ini merupakan tahun ke-7, Presiden Joko Widodo mempimpin upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, di Istana Merdeka, jakarta.

Setiap tahun pula, selama tujuh tahun berturut-turut Presiden mengenakan pakaian adat yang berbeda dari sejumlah provinsi di Indonesia.

Pada upacara tahun ini, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengenakan pakaian adat Lampung. 

Pakaian adat Lampung masih terjaga kelestariannya hingga kini, tak hanya dikenakan saat memperingati hari-hari besar, melainkan juga dalam kehidupan personal seperti lamaran, pernikahan, hingga khitanan.

Tak lengkap kiranya, jika membahas pakaian adat Lampung yang kembali diperbincangkan publik usai Presiden tampil mengenakannya tanpa mengulas hal-hal lain khas Lampung.

Rumah adat, misalnya. Apakah Anda tahu mengenai rumah adat Lampung yang telah mengalami pengayaan-pengayaan unsur hingga kemudian tercipta konsep arsitektur neo-vernakular?

Konsep arsitektur neo-vernakular adalah suatu penerapan elemen arsitektur yang sudah ada, baik bentuk, konstruksi, konsep, filosofi, dan tata ruang yang kemudian mengalami pembaruan menjadi lebih modern, tanpa mengenyampingkan nilai-nilai tradisi setempat.

Rumah adat Lampung adalah contoh dari arsitektur neo-vernakular. Berbentuk bujur sangkar (persegi) dengan atap bubungan tinggi, rumah ini ditopang oleh struktur kayu.

Menurut Muhammad Hifzil Qiran dalam kajian Penataan Ruang Dan Massa Bangunan untuk Mengoptimalkan View Pada Fasilitas Rekreasi, Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Unika Soegijapranata Semarang, September 2017, rumah adat Lampung berdiri di atas umpak batu, lantai dinaikkan/panggung, dan memiliki tangga masuk menuju beranda.

Salah satu ciri khas rumah adat ini adalah, sarat ornamentasi yang secara kasat mata tampak kuat terlihat dari jauh.

Rumah tradisional ini bisa Anda kunjungi di perkampungan asli, Kecamatan Kenali, Mulangmaya, Labuhan Maringgai. 

Berikut ornamen khas rumah adat Lampung:

1. Aksara Kuno/Had Lampung

Aksara tersebut dipengaruhi oleh dua unsur, aksara Pallawa dan Huruf Arab. Akasara Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda, dan gugus konsonan.

Terdapat juga lambing, angka dan tanda baca.

2. Ukiran Kapal, Sunggad, Luday

Ukiran kapal merupakan simbol kedatanngan para pedagang yang datang ke Lampung berabad-abad lalu untuk membeli hasil pertanian seperti lada hitam.

Ukiran sunggad berbentuk tumbuhan pakis. Sementara Luday atau Naga Lampung merupakan hewan satu-satunya yang terdapat di sungai terdalam.

Ornamen Luday biasanya terdapat di bagian tangga masuk dan tiang penyangga bangunan.

3. Gajah Lampung

Gajah Lampung merupakan simbol yang melambangkan kekuatan, ketaatan, kerja keras, gotong royong, kesetiaan, kesabaran, dan pantang menyerah.

4. Siger Lampung

Siger Lampung yang berwarna emas adalah simbol kedudukan sekaligus visi masyarakat yang dalam sejarahnya sangat termahsyur sebagai masyarakat penghasil lada hitam.

Mahkota ini dijadikan kebanggaan masyarakat Lampung dan disematkan di setiap sudut kota.

https://properti.kompas.com/read/2021/08/17/160000721/konsep-neo-vernakular-rumah-adat-lampung-sarat-ornamentasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke