Salin Artikel

Penuhi Kebutuhan Air Baku di Bali, Bendungan Sidan Rampung 2023

Bendungan ini merupakan salah satu dari 65 bendungan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditargetkan rampung pada 2023.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Sidan memiliki kapasitas tampung 3,82 juta meter per kubik.

"Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata," kata Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Sabtu (07/08/2021).

Dia mengakui, pembangunan Bendungan Sidan masih tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan air baku di Provinsi Bali.

Maka dari itu, Kementerian PUPR juga tengah mengerjakan konstruksi Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng.

Menurutnya, Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami laju pertumbuhan wisatawan dan penduduk yang besar setiap tahun.

Secara tidak langsung, hal itu berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air baku.

Dengan tambahan tampungan air seperti bendungan, imbuhnya, bisa menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut.

Pembangunan Bendungan Sidan dikerjakan oleh konsorsium PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Universal Suryaprima dengan nilai kontrak sebesar Rp 809 miliar.

Hingga kini, konstruksi bendungan yang telah dibangun sejak Oktober 2018 tersebut telah mencapai 76,7 persen dan target rampung 2023.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Maryadi Utama mengatakan, pembangunan bendungan ini akan memberikan manfaat bagi konservasi air, pariwisata, dan yang paling utama adalah penyediaan air baku sebesar 1,75 meter per detik.

"Ini diperuntukkan bagi kawasan metropolitan Sarbagita, terutama Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan," terang Maryadi.

Bendungan yang dibangun di atas lahan seluas 82,73 hektar tersebut juga memiliki potensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 megawatt (MW).

Tipe Bendungan Sidan berupa Zonal-Inti Tegak dengan panjang dan lebar puncak masing-masing 185 meter dan 8,5 meter yang sumber airnya berasal dari Sungai Ayung.

Selain itu, bendungan ini telah dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 453 meter dengan diameter 5 meter yang berfungsi untuk mengendalikan banjir dari debit masuk sebesar 405,09 meter per detik menjadi 138,20 meter per detik debit keluar.

https://properti.kompas.com/read/2021/08/07/130000121/penuhi-kebutuhan-air-baku-di-bali-bendungan-sidan-rampung-2023

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.