Salin Artikel

Selain Kendalikan Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi Bakal Jadi Taman Ekowisata

Nantinya, pembangunan bendungan tidak hanya sebagai bagian dari rencana induk (masterplan) pengendalian banjir Provinsi DKI Jakarta saja, juga pengembangan ekowisata kawasan Puncak Bogor.

Pengembangan bendungan ini memanfaatkan potensi sumber daya alam dan mengedepankan perlindungan ekosistem.

Demikian disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (14/04/2021).

"Tujuan utama konsep ini adalah mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan dengan mengembangkan potensi cara berkelanjutan," terang Basuki.

Konsep Taman Ekowisata Bendungan Sukamahi akan memanfaatkan kawasan terpadu pada bendungan itu sendiri seperti konservasi alam pada area sabuk hijau atau greenbelt.

Lalu, dikembangkan menjadi forest conservation park atau hutan konservasi yang mempunyai fungsi utama menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat yaitu pohon Suren dan Damar.

Kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas kebun di hutan, trail/track, rest area, dek wisata, toilet, signage dan pusat informasi.

Jadi, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata seperti rekreasi luar ruang, bushwalking, jogging, bersepeda, berkuda, bird watching, dan sebagainya.

Pengembangan ekowisata Bendungan Sukamahi akan memanfaatkan badan air menjadi natural river valley basin.

Bendungan Sukamahi berfungsi sebagai pengendali banjir dengan menerapkan konsep bendungan kering.

Sehingga, pada saat awal musim hujan, elevasi muka air waduk diatur pada elevasi rendah atau kosong. Sementara, saat terjadi hujan debit air dialiri langsung ke hilir.

Manfaat bendungan kering adalah dapat dikembangkan menjadi area penampungan air pada saat hujan dan area lanskap saat kering.

Lanskap yang dikembangkan dapat berupa tanaman yang memiliki toleransi terhadap genangan dan mampu self-generated atau trubus misalnya tanaman Datura.

Untuk kawasan konservasi pada aliran Sungai Ciliwung dari bagian hulu Bendungan Sukamahi hingga hilir dikembangkan menjadi natural creek.

Untuk diketahui, Bendungan Sukamahi memiliki volume tampung sebesar 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektar.

Pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak tahun 1990-an dan mulai dibangun tahun 2017.

Hingga 9 April 2021, progres konstruksi Bendungan Sukamahi mencapai 71,21 persen.

Pekerjaannya meliputi struktur beton pada bangunan pelimpah (pembersihan dan pengecoran), timbunan pada bendungan utama, pekerjaan hidromekanikal, dan kelengkapan fasilitas umum.

Bendungan Sukamahi merupakan bendungan kering pertama kalinya dibangun di Indonesia dengan kontrak senilai Rp 447,39 miliar pada 20 Desember 2016.

Adapun kontraktor yang mengerjakan bendungan ini adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Basuki dengan skema kerja sama operasi (KSO).

Bendungan tersebut bukan hanya diperuntukkan sebagai keperluan irigasi atau air baku. Namun, juga meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.

Taman Ekowisata Bendungan Sukamahi juga dapat dikembangkan sebagai pusat budidaya tanaman hidroponik dan akuaponik sekaligus menjadi tempat wisata edukasi dengan suasana alam indah di Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Salak.

Pengembangan jalan wisata atau jalur akses rekreasi dengan memanfaatkan jalan operasi Bendungan Sukamahi yang terhubung dengan pemandangan terbaik atau terhubung dengan Dam Recreation Circle Drive.

https://properti.kompas.com/read/2021/04/15/110000921/selain-kendalikan-banjir-jakarta-bendungan-sukamahi-bakal-jadi-taman

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konstruksi Berlanjut, Masjid Karya Ridwan Kamil di Makassar Digelontor Rp 45 Miliar

Konstruksi Berlanjut, Masjid Karya Ridwan Kamil di Makassar Digelontor Rp 45 Miliar

Konstruksi
Cara Praktis Mengatasi Saluran Pembuangan Air Kamar Mandi Tersumbat

Cara Praktis Mengatasi Saluran Pembuangan Air Kamar Mandi Tersumbat

Tips
Baru Dirilis, Cluster Evergreen di Gardens at Candi Sawangan Senilai Rp 1,2 Miliar

Baru Dirilis, Cluster Evergreen di Gardens at Candi Sawangan Senilai Rp 1,2 Miliar

Perumahan
Ketahui Batasan Luas Rumah Bersubsidi Beserta Fasilitas Pendukungnya

Ketahui Batasan Luas Rumah Bersubsidi Beserta Fasilitas Pendukungnya

Hunian
Sektor Properti Bangkit, Dwicitra Land Bakal Rliis Proyek Baru Akhir 2022

Sektor Properti Bangkit, Dwicitra Land Bakal Rliis Proyek Baru Akhir 2022

Perumahan
Menilik Timeline Target Penyelesaian Proyek KA Makassar-Parepare

Menilik Timeline Target Penyelesaian Proyek KA Makassar-Parepare

Berita
Jadi Venue Final Liga Champions, Desain Stade de France Terinspirasi Terminal Bandara JFK

Jadi Venue Final Liga Champions, Desain Stade de France Terinspirasi Terminal Bandara JFK

Arsitektur
Rumah Sakit Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar Diresmikan

Rumah Sakit Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar Diresmikan

Fasilitas
Cari Tahu Penyebab Saluran Pembuangan Air di Kamar Mandi Tersumbat

Cari Tahu Penyebab Saluran Pembuangan Air di Kamar Mandi Tersumbat

Tips
Ingin Pasang Solar Panel di Rumah? Perhatikan Hal Ini

Ingin Pasang Solar Panel di Rumah? Perhatikan Hal Ini

Tips
Mulai Sabtu Ini, Rute Perjalanan KRL Berubah, Catat Rinciannya

Mulai Sabtu Ini, Rute Perjalanan KRL Berubah, Catat Rinciannya

Berita
Terapkan Deretan Tips Jitu Ini Agar Rumah Kayu Anda Tak Diserang Rayap

Terapkan Deretan Tips Jitu Ini Agar Rumah Kayu Anda Tak Diserang Rayap

Umum
Aturan Baru Menginap di Hotel saat PPKM Level 1-3 Jawa dan Bali

Aturan Baru Menginap di Hotel saat PPKM Level 1-3 Jawa dan Bali

Berita
Tak Hanya Estetik, Ini Keuntungan Punya Rumah dari Materal Kayu

Tak Hanya Estetik, Ini Keuntungan Punya Rumah dari Materal Kayu

Hunian
Meski Jadi 'Pulau Lengkap', Masyarakat Pulau Maitara Masih Terimpit Persoalan Tanah

Meski Jadi "Pulau Lengkap", Masyarakat Pulau Maitara Masih Terimpit Persoalan Tanah

Berita
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.