Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sejarah Clarence House, Saksi Cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip

Sebagaimana dilansir dari kantor berita AFP, kabar kematian Pangeran Philip telah dikonfirmasi Istana Buckingham.

Pangeran Philip menikahi Ratu Elizabeth II sejak Tahun 1947 atau hampir 8 dekade lamanya.

Dalam lima tahun awal pernikahan, Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II tinggal di Clarence House, The Mall, Kota Westminster, Inggris.

Mereka kemudian pindah ke Istana Buckhingman setelah Ratu Elizabeth II meneruskan tahta sang ayah, Raja George VI, yang meninggal dunia pada 1952 silam.

Tak hanya menjadi rumah pertama bagi Philip-Elizabeth II, Clarence House juga merupakan  rumah terakhir bagi ibunda Elizabeth II, Elizabeth Angela Marguerite Bowes-Lyon atau Ibu Suri.

Clarence House kini menjadi kediaman bagi Pangeran Charles dan istri keduanya, Camilla Rosemary Shand sejak tahun 2003.

Sejarah Clarence House

Mengutip Town and Country Mag, Clarence House berlokasi di samping Istana St James yang dibangun antara Tahun 1825 dan 1827.

Kediaman ini dirancang oleh John Nash sebagai rumah bagi putra Raja George III yaitu Pangeran William Henry yang saat itu mendapatkan gelar Duke of Clarence.

Setelah ayahnya meninggal, Pangeran William Henry diangkat menjadi Raja William IV pada abad ke-19.

Rumah besar bertingkat tiga itu memang sangat mewah, namun tak semegah karya Nash lainnya yaitu Istana Buckingham.

Clarence House menjadi rumah turun-temurun bagi para bangsawan Inggris beserta keluarga mereka.

Tahun 1837, Raja William IV meninggal dunia. Akhirnya, Clarence House ditempati saudara perempuannya, Putri Augusta selama tiga tahun hingga akhir hayatnya.

Beberapa tahun setelah itu, putra kedua Ratu Victoria yaitu Pangeran Albert, tinggal di rumah tersebut dengan merenovasi bagian-bagian rumah.

Alfred mempekerjakan firma Waller & Sons untuk mengubah arah bangunan ke selatan dan menjadikan Clarence House memiliki kapel Ortodoks Rusia yang dipasang untuk mendiang istrinya, Maria Alexandrovna.

Kemudian, tahun 1901, putra ketiga Ratu Victoria yaitu Pangeran Arthur dan Putri Louise Margareth pindah ke Clarence House setelah mendekorasi beberapa bagian.

Usai Putri Louis Margareth meninggal, Clarence House sempat menjadi markas bagi Organisasi Perang Palang Merah Inggris dan Ordo St John Jerussalem saat Perang Dunia II pada Tahun 1942.

Lima tahun setelahnya, Clarence House ditempati oleh Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip.

Kemudian, mereka memodernisasi Clarence House dengan tambahan aliran listrik, bagian pemanas, serta air panas termutakhir.

Dua tahun usai Perang Dunia II, Pangeran Philip merenovasi dan menambah estetika sederhana di Clarence House.

Sehingga, Clarence House ditempati oleh Ibu Suri dan adik Ratu Elizabeth II, Putri Margareth secara bergantian.

Ibu Suri merenovasi beberapa bagian dan menambah estetika Clarence House dengan dipasang beberapa lukisan karyanya serta beberapa porselen dari Chelsea.

"Hari ini, masih menghormati cita rasa Ratu Elizabeth sang Ibu Suri, khususnya di Ruang Pagi, di mana Anda bisa melihat porselen daru Chelsea dan koleksi lukisannya," tutur Senior Curator of Decorative Arts for Royal Collection Trust Kathryn Jones.

Ibu Suri menempati Clarence House selama 50 tahun dan menjadi tempat terakhir bagi dia untuk menghabiskan sisa hidupnya.

Setahun setelah kematian Ibu Suri atau tepatnya Tahun 2003, Pangeran Charles dan Camilla meneruskan warisan turun-temurun yang pertama kali ditempati oleh Raja William IV hingga saat ini.

https://properti.kompas.com/read/2021/04/10/185821221/sejarah-clarence-house-saksi-cinta-ratu-elizabeth-ii-dan-pangeran-philip

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke