Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kepala GKJ Berharap Seluruh Gereja di Indonesia Gunakan Energi Surya

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari MURI sebagai gereja Katolik pertama yang menggunakan panel surya di Indonesia.

Kepala Gereja Katedral Jakarta Romo Hani Rudi Hartoko mengatakan pemasangan panel surya di Kompleks Gereja Katedral Jakarta merupakan bentuk dan komitmen gereja untuk menciptakan energi bersih, terbarukan, dan ramah lingkungan.

"Kami ingin memberikan komitmen nyata, bahwa Paroki ini juga akan ikut serta berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang ramah, dan bersih, dengan energi terbarukan," kata Hani seperti dikutip Kompas.com melalui laman YouTube Hidup TV pada Selasa (12/01/2021).

Selain itu, pemasangan panel surya ini juga sebagai tindak lanjut dari seruan Paus Fransiskus dalam 'Ensiklik Laudato Si’ tentang ekologi.

Selama ini, gereja fokus pada pemulihan ekologi, seperti melakukan pengelolaan sampah dengan baik.

Karenanya, pemasangan panel surya ini menjadi cara baru dalam mengimplementasikan seruan dari paus tersebut.

Hani berharap, langkah konkret pemasangan panel surya ini juga dapat diikuti oleh seluruh gereja yang ada di Indonesia.

"Semoga cara ini dapat menjadi sebuah gerakan, di mana gereja-gereja yang ada di seluruh Indonesia dapat menggunakan teknologi yang sama, yaitu solar panel untuk energi di komplek-komplek mereka masing-masing," seru Hani.

Umat paroki akan melihat penerapan panel surya ini dari sisi ekonomi dan juga teknologi yang dihasilkan.

Selain bermanfaat bagi alam, juga dapat menghemat pengeluaran sekitar 30 persen dari total biaya listrik per bulannya.

"Nanti bisa jadi contoh. Karena biasanya umat atau paroki lain kalau melihat bahwa itu secara ekonomi, dan teknologi, bisa dan mungkin diterapkan, ini bisa jadi contoh untuk mereka," katanya.

Hal senada dikatakan salah satu donatur penggunaan panel surya Gereja Katedral Jakarta yang juga mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Menurutnya, penggunaan panel listrik sangat penting di Indonesia. Terlebih, Indonesia sebagai negara yang membentang di jalur khatulistiwa dianugerahai musim kemarau yang panjang.

Musim kemarau ini seharusnya dapat secara maksimal dimanfaatkan sebagai sumber energi.

"Waktu saya bertugas di pemerintah Saya adalah orang yang sangat ngotot sekali bahwa kita itu harus menggunakan pembangkit listrik tenaga surya sebagai energi alternatif dan energi pendamping yang bisa digunakan untuk masa depan," kata Jonan dalam laman YouTube yang sama.

Dia mencontohkan sejumlah negara maju yang telah lebih dahulu memaksimalkan cahaya matahari sebagai sumber energi.

"Eropa, Jepang, China dan Amerika Serikat itu penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap atau PLTS bukan atap itu sangat-sangat besar," ujarnya.

Hingga saat ini, dia menyebut, pengunaan panel surya yang telah beroperasi di Indonesia hingga akhir tahun 2020 lalu adalah sekitar 75 GigaWatt atau 75.000 MegaWatt.

Sementara PLTS di China mencapai 300 giga watt. Padahal, China itu separuhnya wilayahnya mengalami empat musim.

Karenanya, Jonan juga berharap agar seluruh gereja di Indonesia terutama gereja-gereja besar dapat menggunakan panel listrik.

https://properti.kompas.com/read/2021/01/12/190000121/kepala-gkj-berharap-seluruh-gereja-di-indonesia-gunakan-energi-surya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke